Puluhan guru dan siswa di Sukabumi diduga keracunan MBG, 6 orang dirujuk ke RS

Puluhan siswa, guru serta wali murid di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Update: 2026-01-29 11:13 GMT

Sumber foto: Andri Somantri/elshinta.com.

Elshinta Peduli

Puluhan siswa, guru serta wali murid di wilayah Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, mengalami dugaan keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Mereka yang mengalami keracunan menjalani penanganan di Puskesmas Simpenan dan beberapa diantaranya dirujuk ke RSUD Palabuhanratu.

“Jadi sampai malam itu ada 22 pasien, yang terduga akibat keracunan makanan, yang enam orang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu, yang satu masih diobservasi di Puskesmas Simpenan dan 15 orang dinyatakan sehat dan diperbolehkan pulang ke rumahnya masing-masing,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi.

Dalam laporan tertulis Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi disebutkan kejadian ini bermula dari siswa SD Bojongkopo yang datang ke IGD Puskesmas Simpenan pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Siswa itu mengeluhkan mual, muntah disertai diare.

Selanjutnya sekitar pukul 15.10 WIB, datang guru dari PAUD Alhadi ke IGD Puskesmas Simpenan yang mengeluhkan kondisi serupa ditambah dengan demam.

Lalu sejak pukul 16.00 WIB sampai Kamis (29/1/2026) dini hari tepatnya pukul 01.30 WIB, siswa, dan guru bahkan ada diantaranya yang merupakan wali murid berdatangan ke Puskesmas Simpenan, hingga jumlahnya mencapai 22 orang. Mereka berasal dari beberapa sekolah dasar, sebuah PAUD dan sebuah Madrasah Aliyah di Desa Loji serta Desa Sangrawayang.

Adapun MBG yang mereka konsumsi berasal dari sebuah dapur di Desa Loji Kecamatan Simpenan. MBG itu diterima pihak sekolah pukul 08.00 WIB selanjutnya dibagikan pukul 08.30 WIB.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan observasi, gejala yang muncul setelah mengkonsumsi makanan program MBG antara lain mual, muntah, pusing, sakit kepala, diare, sakit perut, perut melilit, perut kembung, nyeri tenggorokan, gangguan penglihatan, lemah, gatal, sesak napas, menggigil dan demam.

Elshinta Peduli

“Kalau gejala-gejalanya seperti yang terindikasi keracunan makanan itu seperti mual, muntah, kemudian ada yang sesak. Semalam kita layani kesehatannya, adapun yang perlu dirujuk kita rujuk,” ujar Masykur seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Andri Somantri, Kamis (29/1).

Terkait dugaan keracunan, Dinas Kesehatan beserta pihak Puskesmas telah mendatangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG terkait untuk melakukan wawancara dan observasi lingkungan SPPG dan yang utama mengambil sampel makanan yang disajikan pada hari Rabu (28/1/2026). Sampel makanan yang diambil untuk diperiksa meliputi nasi putih, nugget, tahu goreng, tumis wortel buncis dan jeruk.

Sampel makanan itu diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, SPPG Anugrah Ratu Alam 1 Loji menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat atas kejadian yang disebabkan oleh dapur. Atas kejadian tersebut pihak SPPG melakukan evaluasi internal, sehingga SPPG tersebut berhenti operasional untuk sementara waktu.

”Dapur kami untuk sementara ditutup, sampai keluar hasil investigasi dugaan kejadian menonjol atau keracunan yang diakibatkan oleh distribusi MBG yang kami salurkan, kami memohon maaf kepada seluruh masyarakat penerima MBG atas kelalaian kami,” ujar kepala SPPG Anugrah Ratu Alam 1 Loji Anwar Syafei.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News