Kinerja kurator lambat, mantan buruh Sritex unjuk rasa ke PN Semarang

Sekitar 300-an mantan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) ke Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Mantan pekerja Sritex mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Semarang untuk berunjuk rasa, menyuarakan lambannya proses pembayaran hak buruh.

Update: 2026-01-13 14:10 GMT

Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.


Elshinta Peduli

Sekitar 300-an mantan buruh PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) ke Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/1/2026). Mantan pekerja Sritex mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Semarang untuk berunjuk rasa, menyuarakan lambannya proses pembayaran hak buruh. Mereka menentukan titik kumpul di bekas pabrik Sritex di Kabupaten Sukoharjo, lalu bergabung dengan sesama mantan buruh dari tiga pabrik lain milik Sritex Grup yang juga dipailitkan.

Kuasa hukum mantan pekerja Sritex, Machasin Rohman menyebut, aksi unjuk rasa ini untuk menyampaikan keluhan mantan buruh terhadap kinerja Kurator. Penanganan penyelesaian tanggung jawab hak mantan pekerja Sritex terkesan lambat. Sementara dari pihak Kurator tidak pernah menyampaikan secara jelas terkait kendala pencairan hak buruh.


"Terus terang kami mantan buruh ini menuntut transparansi dari Kurator," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Selasa (13/1).

Disampaikan Machasin, hak buruh yang belum dibayarkan antara lain pesangon, potongan upah Bulan Februari, Tunjangan Hari Raya (THR), dan beberapa tanggungan perusahaan yang dibebankan pada buruh. Kurator tidak pernah menyampakan alasan penundaan pembayaran hak buruh sejak pabrik ditutup hampir sepuluh bulan yang lalu.

Sehingga, menurutnya memang ada masalah komunikasi antara penanggung jawab Sritex dengan mantan buruh. Hal ini yang menimbulkan ketidakpuasan pekerja pada kinerja Kurator.

Elshinta Peduli


"Pada intinya kami meminta pengadilan mengevaluasi kinerja Kurator dalam penanganan pasca pailit," imbuhnya.

Disebutkan Machasin, aksi unjuk rasa berjalan kondusif dan langsung ditemui oleh Ketua PN Semarang. Perwakilan aksi menyerahkan tuntutan dan permintaan agar Hakim Pengawas mengevaluasi Kurator. Pihaknya berharap aksi ini mendapat tanggapan positif agar tidak memicu aksi-aksi serupa dikemudian hari.


"Kalau aspirasi tidak direspon, kemungkinan besar akan tetap melakukan unjuk rasa lagi bahkan dengan massa yang lebih besar," ujarnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News