Viral ibu-ibu marah ke petugas di Anyer saat macet dihujat netizen

Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang ibu-ibu marah kepada petugas lalu lintas di kawasan wisata Pantai Anyer, Banten, viral di media sosial saat momen libur Lebaran 2026.

Update: 2026-03-26 12:40 GMT

Sumber foto: Mamo Erfanto/elshinta.com.

Indomie

Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang ibu-ibu marah kepada petugas lalu lintas di kawasan wisata Pantai Anyer, Banten, viral di media sosial saat momen libur Lebaran 2026.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang ibu dengan nada tinggi dan berteriak kepada petugas jaga. Ia meminta agar kendaraannya diizinkan untuk putar balik di tengah kondisi lalu lintas yang sedang padat merayap.

Aksi tersebut justru memperparah kemacetan di lokasi dan memicu reaksi dari pengendara lain. Sejumlah pengguna jalan tampak kesal dan melontarkan protes, bahkan beberapa di antaranya terdengar mengeluarkan kata-kata kasar kepada ibu tersebut dan rombongannya.

Tidak hanya itu, dalam beberapa video lain yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah pengendara turun dari kendaraan karena emosi akibat situasi yang dinilai semakin tidak terkendali.

Menanggapi kejadian tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Banten memberikan penjelasan kronologi peristiwa yang terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 di Simpang Teneng, Cinangka, Kota Cilegon.

Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Arief Kurniawan menyampaikan sekitar pukul 09.00 WIB, arus kendaraan menuju kawasan wisata Anyer mulai mengalami kepadatan dari arah Jalan Lingkar Selatan (JLS). 

Kombes Pol Arief Kurniawan lebih lanjut menerangkan pada pukul 10.15 WIB, petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas one way selama kurang lebih 30 menit dari arah JLS menuju Simpang Teneng, serta melakukan penutupan sementara arus dari Carita menuju Anyer. Sekitar pukul 10.25 WIB, satu unit kendaraan Mitsubishi Pickup L300 bernomor polisi A 9784 B yang mengangkut sekitar 15 orang tidak mematuhi arahan petugas dan memaksa belok kanan dari arah Mancak.

Elshinta Peduli

"Sejumlah penumpang bahkan turun dari kendaraan dan memprovokasi petugas serta memaksa melaju ke arah Anyer," kata Arief seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Mamo Erfanto, Kamis (26/3).

Petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif hingga akhirnya pada pukul 10.33 WIB kendaraan tersebut mengikuti arahan menuju Carita.

Namun, situasi kembali memanas ketika pada pukul 10.37 WIB kendaraan tersebut secara tiba-tiba memutar balik secara berbahaya, menabrak pembatas jalan, dan hampir menabrak kendaraan lain.

Kondisi itu memicu emosi pengguna jalan. Beberapa pengendara yang merasa terancam sempat melakukan penyerangan terhadap pengemudi pickup dan penumpangnya.

"Beruntung, petugas dengan sigap mengamankan situasi, memisahkan pihak-pihak yang terlibat, serta mencegah konflik meluas," ujar Arief.

Pada pukul 10.48 WIB, situasi berhasil dikendalikan dan kembali kondusif. Kendaraan tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Anyer sesuai pengaturan petugas lanjutnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama, terutama saat kondisi lalu lintas padat di momen libur panjang.

Kombes Arief Kurniawan juga menyoroti tentang kendaraan barang yang digunakan masyarakat untuk mengangkut penumpang, seperti yang digunakan ibu ibu yang melawan arah tersebut. Pasal 137 ayat (4) menjelaskan bahwa mobil barang dilarang digunakan untuk angkutan orang, kecuali rasio kendaraan bermotor untuk angkutan orang, kondisi geografis, dan prasarana jalan di provinsi/kabupaten/kota belum memadai.

Kondisi kendaraan sangat tidak memadai terkait keamanan untuk mengangkut manusia dan dengan kondisi jalan di tempat kejadian perkara beraspal dengan lalulintas padat, sehingga beresiko terhadap keselamatan manusia yang diangkut.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News