1 April 1933: Sejarah radio pribumi pertama di Solo

Update: 2026-03-31 23:00 GMT

Arsip kegiatan penyiaran Solosche Radio Vereeniging (SRV) di Surakarta sekitar era 1930–1940-an. SRV yang berdiri pada 1 April 1933 dikenal sebagai radio pertama yang dikelola oleh pribumi di Hindia Belanda dan menjadi tonggak awal perkembangan penyiaran nasional. (Foto: https://tinyurl.com/58jj5enh)

Indomie

Pada 1 April 1933, sejarah penyiaran di Indonesia mencatat tonggak penting dengan berdirinya Solosche Radio Vereeniging (SRV) di Solo, Jawa Tengah. Lembaga penyiaran ini dikenal sebagai stasiun radio pertama yang didirikan oleh kalangan pribumi pada masa Hindia Belanda dan menjadi salah satu awal berkembangnya dunia penyiaran nasional.

SRV didirikan atas prakarsa KGPAA Mangkunegoro VII, pemimpin Kadipaten Mangkunegaran yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan teknologi komunikasi dan kebudayaan. Melalui radio tersebut, masyarakat pribumi mulai memiliki ruang untuk menyiarkan informasi, musik, serta kebudayaan lokal yang sebelumnya didominasi oleh lembaga penyiaran milik pemerintah kolonial dan komunitas Eropa.

Pada masa itu, penyiaran radio masih menjadi teknologi yang relatif baru di Hindia Belanda dan sebagian besar dikelola oleh organisasi yang beranggotakan orang-orang Eropa. Kehadiran SRV menjadi langkah penting karena membuka kesempatan bagi masyarakat pribumi untuk ikut terlibat dalam perkembangan media komunikasi modern.

Radio yang beroperasi dari Kota Solo ini tidak hanya menyiarkan hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi dan pelestarian budaya Jawa, termasuk pertunjukan musik dan seni tradisional. Aktivitas penyiaran tersebut turut memperluas jangkauan komunikasi masyarakat pada masa itu.

Peristiwa berdirinya SRV kemudian dikenang sebagai salah satu tonggak perkembangan penyiaran nasional. Atas dasar sejarah tersebut, tanggal 1 April diperingati sebagai Hari Penyiaran Nasional di Indonesia, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang dunia penyiaran di Tanah Air.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News