18 Januari 1923: Tonggak sejarah komunikasi radio Indonesia

Update: 2026-01-17 23:31 GMT

Foto arsip Stasiun Radio Malabar dan para teknisi di depan gedungnya, menunjukkan kondisi awal fasilitas komunikasi strategis pada masa kolonial Hindia Belanda. (https://tinyurl.com/4e53bdt4)

Elshinta Peduli

Pada 18 Januari 1923, sejarah komunikasi di Indonesia mencatat tonggak penting dengan digunakannya telegraf nirkabel untuk pertama kalinya antara Belanda dan Hindia Belanda. Sambungan komunikasi jarak jauh ini dilakukan antara Stasiun Radio Kootwijk di Belanda dan Stasiun Radio Malabar di Cangkring, Jawa Barat.

Penggunaan telegraf nirkabel tersebut menjadi terobosan besar pada masa kolonial, mengingat sebelumnya komunikasi antarwilayah bergantung pada kabel laut yang rawan gangguan. Teknologi radio memungkinkan pengiriman pesan jarak jauh secara lebih cepat dan efisien tanpa harus menggunakan jaringan kabel fisik.

Stasiun Radio Malabar, yang dibangun di kawasan pegunungan Jawa Barat, dipilih karena kondisi geografisnya yang mendukung transmisi gelombang radio jarak jauh. Dari lokasi ini, pesan berhasil dikirim dan diterima dengan baik di Belanda, menandai keberhasilan teknologi komunikasi modern pada masanya.

Keberhasilan komunikasi nirkabel ini berdampak besar terhadap sistem administrasi, militer, dan ekonomi pemerintahan kolonial. Teknologi radio kemudian menjadi fondasi berkembangnya sistem telekomunikasi di Indonesia pada dekade-dekade berikutnya.

Peristiwa 18 Januari 1923 dikenang sebagai awal era komunikasi nirkabel di Indonesia, yang membuka jalan bagi perkembangan radio, penyiaran, dan teknologi telekomunikasi modern yang terus berkembang hingga saat ini.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News