24 Februari 1976: KTT I ASEAN di Bali
Pertemuan puncak pertama para pemimpin negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand) berakhir dengan sukses setelah digelar selama dua hari sejak 23 Februari, menandai tonggak penting dalam kerjasama regional Asia Tenggara.
Sumber foto: https://short-url.org/1puac/elshinta.com.
Pertemuan puncak pertama para pemimpin negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand) berakhir dengan sukses setelah digelar selama dua hari sejak 23 Februari, menandai tonggak penting dalam kerjasama regional Asia Tenggara.
ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok oleh lima negara pendiri untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan yang rawan konflik akibat perebutan pengaruh kekuatan besar serta ketegangan antarnegara pada era 1960-an.
KTT pertama di Bali bertujuan meningkatkan kerjasama ke tingkat lebih tinggi di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, serta ilmu pengetahuan dan teknologi, guna menciptakan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera.
Pertemuan yang berlangsung di Denpasar, Bali, pada 23–24 Februari 1976 itu dihadiri langsung oleh para pemimpin lima negara ASEAN, yakni Presiden Soeharto sebagai tuan rumah dari Indonesia, Perdana Menteri Tun Hussein Onn dari Malaysia, Presiden Ferdinand Marcos dari Filipina, Perdana Menteri Lee Kuan Yew dari Singapura, serta Perdana Menteri Kukrit Pramoj dari Thailand.
Selama dua hari, para kepala negara dan pemerintahan tersebut menggelar diskusi intensif guna memperkuat komitmen kerja sama regional di bidang politik, ekonomi, dan stabilitas keamanan Asia Tenggara.
Rangkaian pertemuan berpuncak pada hari kedua dengan penandatanganan dokumen-dokumen penting yang menjadi tonggak konsolidasi ASEAN, menandai babak baru integrasi dan solidaritas kawasan di tengah dinamika Perang Dingin.
KTT menghasilkan Deklarasi ASEAN Concord (Bali Concord I) yang menguraikan program aksi di berbagai bidang, Traktat Persahabatan dan Kerjasama di Asia Tenggara (TAC) untuk perdamaian damai, serta pendirian Sekretariat ASEAN di Jakarta.
Dampaknya jangka panjang termasuk penguatan solidaritas ASEAN, dasar pembentukan komunitas regional, peningkatan kerjasama ekonomi melalui pertemuan menteri ekonomi selanjutnya, serta landasan bagi KTT-KTT berikutnya hingga Bali Concord II pada 2003.


