27 Januari 1947: Heroisme rakyat Sangasanga melawan Belanda

Update: 2026-01-27 09:54 GMT

Monumen Perjuangan Merah Putih di alun-alun kota Sangasanga, Kalimantan Timur, yang menjadi simbol perlawanan rakyat dan pejuang kemerdekaan saat Peristiwa Merah Putih 27 Januari 1947. (Wikimedia Commons)

Elshinta Peduli

Peristiwa Merah Putih Sangasanga merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Kalimantan Timur. Peristiwa ini terjadi pada 27 Januari 1947 di Sangasanga, sebuah wilayah strategis yang dikenal sebagai daerah penghasil minyak bumi sejak masa kolonial Belanda. Nilai ekonomis wilayah tersebut membuat Sangasanga menjadi sasaran penting dalam konflik antara pejuang Republik Indonesia dan pasukan Belanda pasca-Proklamasi 1945.

Setelah Indonesia menyatakan kemerdekaannya, Belanda berupaya kembali menguasai wilayah-wilayah vital, termasuk Kalimantan Timur. Di Sangasanga, pasukan Belanda menempatkan kekuatan militernya untuk mengamankan kepentingan kolonial, terutama sektor perminyakan. Situasi ini memicu perlawanan rakyat dan pejuang lokal yang menolak kembalinya kekuasaan asing di tanah Indonesia.

Pada 27 Januari 1947, para pejuang bersama rakyat Sangasanga melancarkan aksi perlawanan terbuka terhadap pasukan Belanda. Mereka menyerbu tangsi-tangsi militer dan kantor-kantor yang dikuasai Belanda. Dalam peristiwa tersebut, bendera Belanda diturunkan dan digantikan dengan bendera Merah Putih sebagai simbol kedaulatan Republik Indonesia. Aksi ini menjadi pernyataan tegas bahwa rakyat Sangasanga berdiri di pihak Republik dan menolak penjajahan dalam bentuk apa pun.

Perlawanan di Sangasanga tidak berlangsung tanpa risiko. Banyak pejuang yang gugur dan mengalami penangkapan akibat aksi heroik tersebut. Meski demikian, semangat juang rakyat tidak surut. Peristiwa Merah Putih Sangasanga menjadi simbol keberanian, pengorbanan, dan nasionalisme rakyat Kalimantan Timur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia di tengah tekanan militer Belanda.

Kini, Peristiwa Merah Putih Sangasanga dikenang sebagai bagian penting dari sejarah revolusi fisik Indonesia. Monumen dan peringatan rutin digelar untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya Merah Putih di bumi Kalimantan. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diperjuangkan oleh seluruh rakyat di berbagai daerah, bukan hanya di pusat pemerintahan.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News