Dam Colo tetap ditutup, petani dapat toleransi 10 hari
Pengelola Dam Colo di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tetap melakukan penutupan waduk untuk pemeliharaan rutin.
Elshinta.com - Pengelola Dam Colo di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah tetap melakukan penutupan waduk untuk pemeliharaan rutin. Namun, penutupan ditunda 10 hari dari jadwal biasa, yakni 1 Oktober. Sehingga aliran irigasi masih bisa memenuhi kebutuhan air petani sampai 10 Oktober mendatang.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengatakan, pihak pengelola Dam Colo dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) memutusakan menunda penutupan pintu air untuk pemeliharaan saluran irigasi.
Hal ini sebagai respon pengelola waduk atas permintaan petani yang bergantung air irigasi dari Dam Colo, agar tidak melakukan penutupan pintu air pada tahun ini. Hal tersebut masuh terkait dengan mundurnya masa tanam ke tiga sebagian besar petani di Wilayah timur Sukoharjo. "Penutupan ini kan sifatnya rutin, jadi tetap harus dilaksanakan," kata Bagas, Selasa (5/10).
Menurut Bagas, permintaan petani tidak bisa dipenuhi seluruhnya. Tetapi tetap memberikan toleransi dengan penundaan selama 10 hari. Kemudian pintu air tetap ditutup untuk pemeriharaan rutin selama satu bulan mulai 11 Oktober - 10 Nopember."Pintu air tetap harus ditutup tapi mundur 10 hari," imbuhnya.
Bagas berharap, prakiraan cuaca badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) tepat, bahwa musim penghujan maju. Kebutuhan air lahan padi masa vegetatif akan sangat terbantu dengan ketersediaan air hujan tersebut. Selain memanfaatkan sumber sumber irigasi lain yang telah dipersiapkan seperti air sungai dan sumur dalam. "Karena sifatnya rutin tentu sudah dilakukan pemetaan untuk memenuhi kebutuhan irigasi," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Rabu (6/10).
Sementara, Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Sukoharjo, Sarjanto menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan permintaan resmi pada BBWSBS agar tidak menutup pintu air saluran irigasi. Mengingat 7 ribu hektare lahan padi di Sukoharjo mengalami mundur masa tanam.
Dari perhitungan saat penutupan dam, lanjutnya, usia padi baru sekitar 30 hari dengan kbutuhan air yang cukup besar. Tetapi, beberapa hari terakhir Sukoharjo mulai diguyur hujan dan hal ini membuat petani cukup lega. "Ya, harapanya sudah masuk musim hujan, jadi tidak ada lahan yang puso karena kering," tutupnya.