Tipes Solo jadi kelurahan damai

Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jateng dideklarasikan menjadi Kelurahan Damai. Kelurahan Damai adalah program Desa Damai yang digagas Wahid Foundation dan UN Women.\r\n\r\n

Update: 2021-10-11 15:05 GMT
Sumber foto: Humas Pemprov Jateng/elshinta.com.

Elshinta.com - Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta, Jateng dideklarasikan menjadi Kelurahan Damai. Kelurahan Damai adalah program Desa Damai yang digagas Wahid Foundation dan UN Women.

Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid sebagai Direktur Wahid Foundation, Sabtu (9/10) di sela-sela deklarasi Kelurahan Damai menjelaskan program desa damai ini sudah ada di 30 desa yang 18 diantaranya telah dideklarasikan. 

"Ada tiga pilar utama yang menjadi bagian dari program desa damai. Pertama penguatan ekonomi masyarakat. Jadi ada pelatihan, mengajari masyarakat untuk mengatur cashflow. Kedua adalah penghormatan pelatihan untuk bagaimana kita bisa menghormati perbedaan keyakinan. Ini perlu ada mekanisme di masyarakt. misalnya pencegahan konflik, perangkat desa ngumpulkan siapa. Ketiga peran perempuan, karena ketika dia lebih berdaya maka mereka akan memberi untuk keluaraga dan lingkungan sekitar,” tutur Yenny.

Acara tersebut juga dihadiri perwakilan UN Women yakni Dwi Yuliawati Fais. UN Women merupakan bagian dari organisasi PBB yang bergerak untuk Kesetaraan Jender dan Pemberdayaan Perempuan.

Sementara itu  Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menghadiri dan meresmikan Pilar Perdamaian “The Water of Peace”  dan Deklarasi Kelurahan Damai di Tipes mengatakan desa damai bisa digabungkan dengan program desa inklusif yang telah berjalan di Jawa Tengah sehingga memudahkan proses pembangunan.

“Bagus sekali jika  seluruh desa bisa bikin kegiatan seperti ini. Maka insyaallah desa-desa itu akan jauh lebih nyaman, mereka akan rukun dan di Kelurahan Tipes ini menjadi contoh,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Senin (11/10).

“Kalau kemudian setiap desa ini bisa kita kerjakan, maka desa-desa akan damai. Kalau damai, maka memikirkan  pembangunannya gampang,” imbuhnya.

Pembacaan deklarasi desa damai dilakukan oleh tujuh perempuan mewakili warga desa. Selain itu, diresmikan pula pilar perdamaian “The Water of Peace”. Di kesempatan itu, Ganjar dan Yenny Wahid sempat berduet menyanyikan lagu berjudul Pancasila.

Lirik lagu yang dibawakan sebenarnya merupakan teks Pancasila. Namun dilantunkan dengan Bahasa Jawa dengan nada lagu religi terkenal berjudul Tamba Ati.

Tags:    

Similar News