Harga kedelai naik, perajin tahu kian terpuruk

Harga kedelai naik, perajin tahu di Salatiga, Jawa Tengah  semakin terpuruk, akibat lesunya penjualan  di tengah pandemi Covid-19. \r\n\r\n

Update: 2021-10-17 13:57 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Harga kedelai naik, perajin tahu di Salatiga, Jawa Tengah  semakin terpuruk, akibat lesunya penjualan  di tengah pandemi Covid-19. 

Seperti diutarakan sejumlah perajin tahu di sentra industri tahu Kalitaman, Salatiga. Budi Harsono salah satunya. Dia mengaku kondisi sekarang perajin tahu hanya bertahan saja karena biaya produksi naik. 

"Selain harga kedelai naik dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram harga minyak goreng juga naik," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Minggu (17/10).

Sekarang ini lanjut Budi dalam sehari paling hanya produksi tahu  1,5 ton saja padahal sebelum pandemi  bisa 5-6 ton. Dampak lain akibat lesunya penjualan  tambah Budi adalah  tenaga kerja juga banyak yang keluar cari kerja di sektor  lain. 

"Dalam sehari maksimal untuk satu pekerja hanya dapat jatah produksi tahu 20 kotak saja padahal sebelumnya bisa 40- 50 kotak. Untuk menyelesaikan produksi tahu 20 kotak hanya dapat  Rp50 ribu honornya dan itu dirasa kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga," tambahnya.  

Sedangkan Muhriji perajin tahu lainya mengatakan, karena harga kedelai naik  maka solusinya harga jual tahu dinaikkan dari Rp1.200 rupiah menjadi Rp1.500 rupiah per potong. Muhriji juga mengaku usahanya terpuruk karena hanya tinggal produksi tahu maksimal 2 ton saja dalam sehari padahal biasanya bisa 7- 8 ton.

"Perajin tahu sekarang dalam kondisi sulit karena  pandemi ditambah harga kedelai naok terus," ujarnya.

Tags:    

Similar News