Pemprov Jatim tawarkan Malang sebagai Diklat Pancasila

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan 'lampu hijau' digunakannya fasilitas milik Pemprov Jawa Timur untuk dipakai sebagai fasilitas Diklat Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP).

Update: 2021-10-29 16:55 GMT
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan 'lampu hijau' digunakannya fasilitas milik Pemprov Jawa Timur untuk dipakai sebagai fasilitas Diklat Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP). Bahkan pihaknya sangat siap mendukung BPIP ini menjadi daerah percontohan untuk diklat pendidikan Pancasila nasional.

"Di sini kan ada laboratorium Pancasila. Jadi saya ingin revitalisasi dari laboratorium Pancasila, sehingga kalau misalnya ada proses kediklatan ada BPSDM di Malang," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Jumat (29/10). 

Gubernur Khofifah meyakinkan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan mensupport BPIP jika akan melakukan kediklatan di laboratorium Pancasila di Malang. Bahkan, Pemkot Malang dipastikan juga akan mendukung penuh. 

"Saya rasa ini bisa menjadi reverensi nasional, siapa saja, dari mana saja, ingin mengetahui bagaimana Pancasila dan bagaimana menjadi referensi ideologi bangsa ini semua boleh ke laboratorium Pancasila yang ada di Kota Malang ini," ujar Gubernur di Ponpes Mahasiswa Al Hikam Tengger Ayam, Kota Malang.

Ditambahkan Khofifah, soal ideologi Pancasila di pondok pesantren tidak perlu diragukan. “Yang terpenting saat ini action plan dari ideologi Pancasila adalah bagaimana menjadi referensi penguatan untuk membangun kesetaraan perlakuan di antara seluruh warga bangsa membangun persatuan.“ tegasnya.

Dalam kesempatan itu ,Khofifah juga menceritakan pertemuan antara Presiden Jokowi  dengan Presiden Afghanistan  dimana di Indonesia ada sekitar 700 ratusan sementara di Afghanistan 7 suku.

“Dan presiden Afghanistan kala itu bertanya apa yang dipakai Indonesia  untuk menyatukan suku dijawab pak Jokowi dengan jawaban Pancasila,“ jelasnya.

"Karena Itulah Pancasila menjadi sangat penting dalam kehidupan berbangsa," tandas Khofifah.

Sementara itu Walikota Malang Sutiaji dalam sambutannya mengingat pentingnya membumikan nilai-nilai santri. “Apalagi potensi radikalisme di sini tinggi, karena itu Pancasila harus dibumikan dan hal itu sudah dilakukan alm.Kiai Hasyim (Hasyim Muzadi) sehinggad sudah saatnya santri di Al Hikam menjadi Pionir membumikan Pancasila,” ucap Bupati. 

Tags:    

Similar News