Kota Magelang masuk PPKM Level I
Sesuai dengan Inmendagri no 57 tahun 2021, Kota Magelang Jateng, kini sudah memasuki PPKM level I. Namun demikian, warga dihimbau untuk tidak euforia dan tetap harus hati-hati.
Elshinta.com - Sesuai dengan Inmendagri no 57 tahun 2021, Kota Magelang Jateng, kini sudah memasuki PPKM level I. Namun demikian, warga dihimbau untuk tidak euforia dan tetap harus hati-hati.
Walikota Magelang Jatebg, dokter Muhammad Nur Azis mengingatkan, agar warga tetap harus hati-hati, karena diperkiraan di bulan Desember mendatang akan ada gelombang ketiga covid 19.
"Meski memasuki level I PPKM, warga tetap diminta untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, tidak pergi bila tidak perlu serta menjauhi kerumunan," katanya di sela -sela peresmian klinik mata YAP Kota Magelang.
Azis mengimbau, masyarakat untuk tetap sabar sampai nantinya pemerintah pusat menetapkan status menjadi endemi dan bukan pandemi lagi.
Menurut Azis, capaian level I ini, karena warga kota Magelang patuh dan ada kerja sama pencegahan bersama TNI dan Polri.
Sementara itu, upaya untuk mempertahankan level I adalah dengan mengejar vaksinasi hingga 100 persen. Kemudian tetap menegakkan protokol kesehatan, melakukan tracing, tracking dan treatmen.
Disisi lain juga melakukan ujipetik pada siswa yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka, apakah dari mereka ada yang terpapar covid 19 atau tidak.
Di sisi lain, Azis menyampaikan untuk mengejar capaian vaksin sampai 100 persen, maka pihaknya membuka gerai-gerai vaksin di tempat umum, seperti di Taman Kyai Langgeng dan rumah budaya di Alun-Alun selatan serta di urkes Polres Magelang.
"Warga yang vaksin di tempat umum ini tidak dibatasi warga kota saja, namun juga bisa warga kabupaten Magelang," kata Azis seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Kamis (4/11).
Sedangkan untuk vaksinasi difasilitas kesehatan seperti Puskesmas, memang dikhususkan untuk warga kota Magelang.
Pembukaan gerai vaksinasi umum ini, dimaksudkan turut membantu wilayah lainnya meningkatkan jumlah warga yang di vaksin.
Diakui eh Azis, untuk saat ini, pemerintah masih fokus pada vaksinasi dosis pertama. "Sedang vaksinasi dosis kedua masih susah, karena masih tergantung pada pusat," ujarnya.