Sukoharjo siaga darurat bencana musim penghujan
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menyiagakan seluruh elemen kebencanaan dalam menghadapi musim hujan tahun ini.
Elshinta.com - Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah menyiagakan seluruh elemen kebencanaan dalam menghadapi musim hujan tahun ini. Personel, perlengkapan evakuasi dan kebutuhan kesiagaan bencana lainya telah melalui pengecekaan kelaikan. Posko utama diaktifkan 24 jam di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala BPBD Sukoharjo, Sri Maryanto mengatakan, penyiagaan kebencanaan ini diikuti dengan penetapan status siaga darurat bencana musim penghujan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan saat ini telah memasuki musim penghujan. Maka perlu diwaspadai adanya masa transisi atau pancaroba yang berakibat terjadinya cuaca ekstrim pada November 2021.
"Kami sudah memetakan wilayah kerawanan bencana musim hujan. Dan petanya memang tidak bergeser dari sebelumnya," kata Sri Maryanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Jumat (19/11).
Dia menegaskan, pengawasan tinggi muka air Sungai Bengawan Solo juga diintensifkan. Saat ini ketinggian masih normal antara 3 - 4 meter dengan status siaga hijau. Tetapi dengan intensitas hujan yang terus meningkat karena pengaruh la nina. Tinggi muka air Bengawan Solo juga berpotensi terus naik.
"Daerah sudah diingatkan oleh BMKG terkait kewaspadaan sejak awal musim Hujan. Siaga darurat bencana diberlakukan mulai 1 November - 30 April mendatang," tambahnya.
Kewaspadaan banjir juga diperingatkan oleh BMKG untuk wilayah yang dialiri oleh sungai Bengawan Solo maupun anak anak sungainya. Antisipasi ancaman banjir dengan menyiagakan segela keperluan sebagai antisipasi keterlambatan penanganan bencana.
Dilain pihak, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukoharjo, Suparmin menuturkan, pihaknya telah menyiagakan dapur umum. Kebutuhan logistik dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana alam sudah dijamin siap sepenuhnya.
Dinsos juga menyiapkan petugas, bahan pokok pangan, minum dan peralatan yang dibutuhkan dalam penanganan bencana alam. Bantuan diberikan kepada korban bencana alam dalam bentuk makanan dan minuman siap saji atau santap dalam jumlah besar bisa disediakan melalui dapur umum.