Gelar demo, IMANU desak Kemenag tak intervensi Muktamar NU

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU) menggelar unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden dan Kemenag RI, di Jakarta, Senin (22/11). 

Update: 2021-11-22 17:37 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama (IMANU) menggelar unjuk rasa di depan Istana Wakil Presiden dan Kemenag RI, di Jakarta, Senin (22/11). Aksi tersebut digelar untuk mengecam Kementerian Agama yang melakukan intervensi dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-34 yang akan diselenggarakan di Lampung. 

Dalam tuntutannya, Ikatan Mahasiswa Nahdlatul Ulama menyampaikan beberapa poin, yaitu menyesalkan sikap Kemenag terhadap intervensi-intervensi yang dilakukan dalam Muktamar NU ke-34, meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mereshuffle Menteri Agama dan meminta kepada beberapa oknum agar tidak memecah belah NU.

“Kenetralan Menteri Agama dipertanyakan dengan berbagai macam hal yang telah dilakukan yang diduga membawa nama institusinya. Hal ini yang harus dikritisi, apakah boleh program Kemenag digunakan untuk suksesi pergantian ormas islam? Kemenag telah melakukan intervensi struktural,” tegas koordinator aksi IMANU, Rosi.

Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa ASN di tingkat instansi pemerintah manapun harus bersikap netral, bahwa ASN harus bersikap netral dalam berpolitik. "Setiap ASN tidak boleh berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan siapapun, serta tidak boleh ikut berkampanye dengan menggunakan fasilitas negara," ujar Rosi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi elshinta.com, Senin (22/11).

“Kementrian Agama adalah instansi Pemerintah, dimana bukan ranah dan bukan tugasnya turut andil apalagi melakukan intervensi dalam pemilihan calon ketua umum ormas Islam atau PBNU, hal ini sudah sangat jelas telah menyalahi aturan,” tandas Rosi. 

Tags:    

Similar News