Diduga sakit hati diputus pacar, pelajar di Karawang gantung diri

Pelajar SMA berusia 17 tahun ditemukan tergantung di rumahnya di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Belum diketahui motif remaja tersebut nekat mengakhiri hidupnya. Namun dari keterangan polisi, diduga korban mengakhiri hidupnya setelah putus cinta.

Update: 2021-12-22 14:37 GMT
Ilustrasi gantung diri. dailyhamdard.com/elshinta.com.

Elshinta.com - Pelajar SMA berusia 17 tahun ditemukan tergantung di rumahnya di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang. Belum diketahui motif remaja tersebut nekat mengakhiri hidupnya. Namun dari keterangan polisi, diduga korban mengakhiri hidupnya setelah putus cinta.

Jasad korban berinisial RR pertama kali ditemukan oleh ibunya sudah tergantung dengan tambang warna merah di plafon kayu kamarnya, Minggu (19/12), jam 12.30 siang. Padahal jam 10 siang, korban masih bermain dengan keponakannya yang berusia dua tahun.

Jam 11 siang, korban makan siang lalu masuk ke kamarnya. Sekitar jam 12,30, ibu korban masuk ke kamar anaknya untuk membersihkan kamar. 

Kapolsek Pangkalan AKP Abdul Wahab Syahroni menuturkan, ibu korban langsung berteriak memanggil suami dan anak tertuanya begitu menemukan korban gantung diri.

"Kemudian ibu korban masuk kembali (ke kamar), dan langsung merangkul korban," kata Wahab.

Kakak korban kemudian berinisiatif menurunkan korban dengan memotong tali yang terikat di leher korban. Setelah diturunkan, korban langsung dibaringkan di ruangan tengah rumah.

“Korban melakukan gantung diri diduga tidak mau diputus pacarnya," sambung Wahab seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Faizol Yuhri, Rabu (22/12). 

Kesimpulan itu didapatkan petugas sebab jam delapan pagi sebelum ditemukan gantung diri, korban sempat merekam video tambang yang kemudian ia pakai untuk gantung diri. Video itu lalu dikirim ke mantan pacarnya. Mantan pacarnya lalu berinisiatif mengirim video itu ke ibu korban.

Saat ini jenazah sudah dikebumikan oleh keluarga. Keluarga korban menolak autopsi.

Sementara itu terpisah, berdasarkan keterangan dari kawan-kawan korban, korban dikenal sebagai pribadi yang gampang mengeluh. 

Sebelum ditemukan gantung diri, pada Sabtu (18/12), korban sempat berenang bersama teman-temannya. Beberapa hari sebelumnya, korban sempat menjual murah helm miliknya. Helm tersebut seharga Rp 700 ribu namun dijual Rp 100 ribu. Uang hasil penjualan helm tersebut digunakan korban untuk kabur dari rumah. Kawan-kawannya menduga, selain masalah dengan kekasihnya, korban juga ada masalah dengan keluarga.

Tags:    

Similar News