Jamu resmi masuk nominasi warisan budaya tak benda UNESCO
Jamu resmi masuk sebagai nominasi warisan budaya tak benda UNESCO.
Elshinta.com - Jamu resmi masuk sebagai nominasi warisan budaya tak benda UNESCO. Sidang verifikasi dan penetapan dokumen Intangible Cultural Heritage (ICH-02) nominasi UNESCO dilakukan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah secara luring dan juga daring, Rabu (2/3). Dihadiri langsung oleh perwakilan dari UNESCO dan dibuka oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.
Etik menjelaskan, Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan sentra produk jamu tradisional yang cukup lengkap dikenal di Indonesia. Peran serta pemerintah Kabupaten Sukoharjo dalam rangka melestarikan jamu sebagai waisan budaya antara lain, Sukoharjo dicanangkan sebagai destinasi wisata jamu di Indonesia dan pencanangan Nguter sebagai Kampung Jamu, pembangunan Pasar Jamu Nguter serta kafe jamu, rekor Muri minum jamu massal dengan peserta terbanyak 15.080 pelajar.
Selan itu, juga melakukan pelatihan dan pembinaan jamu pada perajin jamu, memposisikan jamu sebagai minuman gaya hidup atau lifestyle. "Kami sosialisasi intensif, membuat kebijakan minum jamu bersama setiap hari Jumat bagi ASN, serta membuat batik Jamu Gendong dan dipakai setiap hari Jumat bagi seragam resmi ASN Pemkab Sukoharjo," beber bupati seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.
Menurut Etik, Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hayati yang berlimpah, khususnya tumbuhan berkhasiat obat atau yang dikenal dengan jamu. Secara tradisional dan turun temurun, nenek moyang bangsa Indonesia telah memanfaatkan tanaman berkhsiat bagi kesehatan dalam bentuk ramuan jamu.
Pihaknya berharap pera pengusaha jamu dan obat tradisional dapat terjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak dalam mengembangkan produk jamu modern. Yakni, dengan meningkatkan kualitas produk obat berbahan dasar alam menjadi produk yang unggul, aman, bermutu, dan berkhasiat serta aman.
Sedangkan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, menyampaikan upaya untuk memasukkan jamu sebagai nominasi Intangible Cultural Heritage UNESCO, sudah dimulai sejak tahun 2013 melalui proses yang panjang.
Ratusan formulir yang harus diisi dan untuk kegiatan hari ini merupakan final dengan harapan jamu bisa lolos dan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda milik Indonesia. "Kami telah melalui proses yang panjang dan lama untuk mendaftarkan jamu ke UNESCO," imbuhnya.