Tiga orang warga Langkat di Ukraina bertahan di bunker pabrik plastik
Tiga orang warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara hingga kini masih terjebak di Chernihiv Ukraina ditengah perang antara Rusia dan Ukraina. Mereka meminta pihak KBRI untuk segera mengevakuasi mereka dari zona perang.
Elshinta.com - Tiga orang warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara hingga kini masih terjebak di Chernihiv Ukraina ditengah perang antara Rusia dan Ukraina. Mereka meminta pihak KBRI untuk segera mengevakuasi mereka dari zona perang.
Tidak hanya warga Kabupaten Langkat tapi ada juga enam orang warga kota Binjai yang terjebak di Chernihiv, sekitar dua jam perjalanan darat dari Kiev ibu kota Ukraina, mereka terjebak di bunker tempat mereka bekerja.
Ali Imran (65) orang tua dari Zulham Ramadhan (31), warga Dusun Ulu Brayun Desa Ara Condong, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat mengatakan, kalau anaknya itu sejak tahun 2019 menjadi TKI dan bekerja di pabrik plastik di Ukraina, saat ini dia dan teman-temannya berada di bunker dan tidak bekerja selama ada invasi dari Rusia itu.
"Anak saya sudah lebih dua tahun bekerja di Ukraina semenjak terjadi perang ini dia setiap hari menelepon kami orang tuanya dan istrinya, saya berharap anak saya dan teman-temannya segera dievakuasi oleh pihak KBRI di Ukraina ketempat yang lebih aman, kemarin ada pesawat jatuh di dekat tempat anak saya bekerja itu," kata Ali Imran seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Senin (7/3).
Menurut keterangan Zulham kepada ayahnya, di Chernihiv memang tidak terjadi perang namun menjadi kawasan perlintasan pasukan tempur, kendaraan dan pesawat Rusia menuju ibu kota Kiev Ukraina.
Informasi yang dihimpun menyebutkan tiga warga Kabupaten Langkat itu masing-masing Zulham Ramadhan, Dedi Irawan dan Amri Abas. Sedangkan warga Kota Binjai masing-masing Iskandar, Muhammad Raga Prayuda, Muhammad Aris Wahyudi, Syahpitra Sandiyoga, Agus Alfiriyan, dan Riyan Jaya Kesuma.