Pengawasan minyak goreng di Sukoharjo beralih dari kemasan ke curah
Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah telah memberlakukan pencabutan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng.
Elshinta.com - Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah telah memberlakukan pencabutan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng. Harga minyak goreng khususnya dalam paket kemasan diserahkan pada mekanisme pasar.
Hal ini dilakukan setelah daerah menerima surat edaran dari kementerian perdagangan (Kemendag) terkait pencabutan HET minyak goreng kemasan, Rabu 16 Febuari lalu.
Kepala Disdagkop UKM Sukoharjo, Iwan Setyono mengatakan, harga minyak goreng kemasan saat ditentukan oleh masing masing distributor. Baik itu pasokan ke pasar tradisional maupun ke supermarket dan pasar ritel. Yang masih diatur dan ditentukan pemerintah adalah harga minyak goreng curah. Dipatok satu liter seharga Rp14.000 atau satu kilogram Rp15.500.
Sehingga, lanjutnya pengawasan pada pasokan minyak goreng curah ini lebih ditingkatkan. Mengantisipasi kelangkaan dan keterlambatan pasokan, sementara besaran harga sudah ditentukan. "Pengawsan kini beralih ke minyak goreng curah, pasokan ada tapi masih tersendat," kata Iwan seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Sabtu (19/3).
Iwan menyampaikan, dari pengawasan sejak pemberlakuan kebijakan baru ini, ketersediaan minyak goreng kemasan di pasaran mulai melimpah sedang pasokan minyak goreng curah yang masih tersendat. Namun demikian toko atau penjual mematok harga yang relatif tinggi, yakni diatas Rp20.000 per liter.
Terkait perintah menghentikan operasi pasar murah minyak goreng, dia menyebutkan Sukoharjo sudah menyelesaikan penyaluran OP pada pekan lalu. Sebanyak 4.800 liter kuota dari Kemendag dan disusul OP 7.500 liter kuota dari Bulog. Sehingga tidak ada lagi jadwal operasi pasar lagi. "Sudah tidak ada jadwal OP," ujarnya.
Sementara, dari pantauan di sejumlah pusat perbelanjaan, tidak terjadi antrean pembeli minyak goreng. Hal tersebut sempat menjadi pemandangan biasa setiap hari di pusat perbenjaan. Warga juga mudah mendapatkan minyak goreng namun dengan harga yang cukup mahal.
Asih, 58, Warga Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo mengaku minyak goreng sudah tersedia tapi harganya Rp23.000 per liter kemasan. Toko tidak lagi membatasi pembelian dan tidak diberlakukan celup tinta bagi pembeli. "Sudah tidak antri, minyak goreng banyak," imbuhnya.