Pembagian minyak goreng tidak merata, pedagang Pasar Bunulrejo protes

Operasi minyak goreng dengan menjual minyak goreng curah yang dipusatkan di Pasar Bunulrejo, Kelurahan Bunul, Kota Malang diwarnai aksi protes  pedagang Pasar Bunulrejo.

Update: 2022-03-24 16:07 GMT
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Operasi minyak goreng dengan menjual minyak goreng curah yang dipusatkan di Pasar Bunulrejo, Kelurahan Bunul, Kota Malang diwarnai aksi protes  pedagang Pasar Bunulrejo. Protes dilakukan pedagang yang mempertanyakan kuota bagi para pedagang yang dianggap tidak adil.

“Masak di Pasar Lesanpuro semua pedagang dapat sedangkan di Pasar Bunul tidak. Jelas saya protes dan tidak setuju dengan pembagian tersebut dan semua pedagang Pasar Bunul harus dapat semua meski hanya lima liter minyak goreng,” kata Nanik, Koordinator pedagang Pasar Bunulrejo, Kamis (24/3).

Tuntutan ini sangat wajar, apalagi operasi minyak goreng dengan harga HET Rp14.000 per liter atau Rp15.500 perkilo bagi pedagang pasar sangat membantu.

“Masak pedagang besar, yang dapat kita juga butuh minyak goreng buat jualan dan kebutuhan di rumah,” imbuhnya.

Desakan ini kemudian direspon tim gabungan operasi pasar minyak goreng dengan melayani 200 orang pedagang di Pasar Bunulrejo.

Sementara itu pada operasi pasar minyak goreng curah yang digelar Dispeindag dan Koperasi Kota Malang bekerja sama dengan penyalur minyak menjual minyak goreng curah untuk 4 pasar masing-masing Pasar Bunulrejo, Lesanpuro, Madyopuro dan Sawojajar.

“Ini upaya Pemkot Malang untuk membantu masyarakat utamanya di pasar tradisional di Kota Malang ditengah langka dan tingginya harga minyak goreng. Selain itu langkah operasi pasar ini untuk mengendalikan harga minyak goreng jelang Ramadan,” kata Kepala Disperindag Kop kota Malang, Syailendra seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Kamis (24/3). 

Tags:    

Similar News