Atasi tumpukan sampah, PT Unilever jual isi ulang produk rinso dan kecap
Masalah sampah di Indoneisa masih belum bisa diatasi pemerintah. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah di Indonesia tahun 2019 akan mencapai 68 juta ton dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton.
"Sampah plastik masih menjadi masalah besar dunia, termasuk di Indonesia. Unilever percaya bahwa hal ini akan dapat diatasi jika semua pihak saling bahu membahu dan bekolaborasi," kata Head of Corporate Affair & Sustainability Unilever Indonesia, Nurdiana Darus di Bale Nusa, Jakarta Selatan, Selasa (25/2), seperti dilaporkan Reporter Elshinta,com, Popi Rahim.
Oleh sebab itu, PT Unilever Indonesia resmi memperkenalkan refill station pertamanya yang berlokasi di Saruga Package-free Shopping Store, Bintaro.
Saat ini brand Unilever Indonesia yang dapat diisi ulang seperti Rinso, Molto, Sunlight, Superpell, Lifebuoy, Clear, Dove, Sunsilk, TRESemmé, Love Beauty and Planet, dan Bango.
"Untuk berbelanja, masyarakat cukup datang dengan membawa kemasannya sendiri untuk diisi ulang. Kami berharap kehadiran refill station ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik Unilever, Saruga, pemerintah, regulator dan juga masyarakat. Semoga nantinya inisiatif ini dapat menjadi alternatif model bisnis baru yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan," pungkas Nurdiana.
Selain itu, isi ulang produk Unilever ini salah satu upaya perusahaan mendukung pemerintah Indonesia wujudkan ‘Indonesia Bebas Polusi Plastik pada Tahun 2040'.
Sementara Ujang Solihin Sidik, Kepala Sub Direktorat Barang dan Kemasan, Direktorat Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik mengaku apresiasi kepada Unilever.
Saat ini kata Ujang, pemerintah menargetkan produsen untuk bisa mengurangi sampah yang berasal dari produk dan atau kemasan produk sebesar 30 persen pada tahun 2029.
Target tersebut akan tercapai jika produsen terus melakukan inovasi dan membantu mengedukasi konsumen untuk menerapkan gaya hidup yang lebih bijak dalam menggunakan plastik serta mengelola sampah dari rumah tangga.