Warga binaan Lapas Boyolali antusias ikuti kegiatan Ramadan

Selama bulan suci Ramadan 1443 H  tahun ini, menjadi momentum  bagi warga binaan Rutan Kelas 2B Boyolali JawaTengah untuk bertobat. Kegiatan yang dilakukan terhadap para napi tersebut mulai dari ikuti pengajian sampai belajar baca Al Quran.

Update: 2022-04-15 19:35 GMT
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Selama bulan suci Ramadan 1443 H  tahun ini, menjadi momentum  bagi warga binaan Rutan Kelas 2B Boyolali JawaTengah untuk bertobat. Kegiatan yang dilakukan terhadap para napi tersebut mulai dari ikuti pengajian sampai belajar baca Al Quran.

Kalapas Rutan Kelas 2B Boyolali, Agus Imam Taufik mengatakan, kegiatan ini merupakan proses meningkatan keperibadatan bagi warga binaan pria maupun wanita yang dipandu dari Kemenag Boyolali. 

“Pembinaan ini bersama teman teman dari Kemenag Boyolali. Dan ini merupakan proses peningkatan kepribadian mereka para napi di bulan suci Ramadan,” kata Kalapas Boyolali Agus Imam Taufik seperti dilaporkan Kontributor, Elshinta Sarwoto, Jumat (15/4). 

Agus mengatakan, proses kegiatan rutin setiap Ramadan oleh para napi ini dimulai dari pukul 09.00 sampai pukul 11.00 WIB. Sedangkan isi daripada kegiatan tersebut, mulai dari pelatihan membaca Al Quran dan pelatihan tausyiah. “Sepertinya mereka antusias mengikuti belajar baca Al Quran dan pelatihan kultum ini,” ujar dia.

Dia mengutarakan,momentum untuk bertobat di bulan suci Ramadan tersebut diikuti oleh semua warga binaan yang menganut agama Islam dari laki laki dan perempuan.  “Ini semua yang beragama Islam mengikuti kegiatan. Ya, kecuali yang non muslim,” jelas Agus.

Lanjut dia, bagi warga binaan lainnya yang sudah bisa membaca tulis Al Quran juga harus bersedia mengajarkan terhadap warga binaan lainnya. Meski begitu, pembelajaran terhadap warga binaan tersebut juga tetap mendapat pendampingan dari para petugas Rutan.

“Jadi bagi yang sudah bisa baca Al Quran, mereka harus mau mengajarkan quran bagi yang belum bisa. Tap juga tetap ada pendampingan dari petugas Lapas,” terang dia. 

Ia menambahkan, semua warga binaan di Boyolali ini diharapkan menjadi manusia yang lebih baik dan nantinya setelah kembali  pihak keluargaanya dapat diterima oleh masyarakat sekitarnya.

“Ya, harapan kami mereka setelah keluar dari Lapas ini memiliki kemampuan. Sehingga mereka nanti dapat diterima di masyarakat mereka tinggal,” jelas dia. 
  
Salah seorang warga binaan Aris Margono (48) yang sudah menghuni di Rutan Kleas 2B Boyolali selama 1 tahun 4 bulan ini mengaku, bangga setelah mendapat pembelajaran baca tulis Al Quran. 

“Saya sanggat bangga dan senang setelah mendapat pembelajaran baca tulis quran ini. Ya, kalau sebelumnya belum bisa baca Quran, namun kini sudah bisa membaca Al Quran,” katanya. 

Tags:    

Similar News