Bupati: Jumlah PKL yang boleh jualan di 'car free day' bakal ditambah
Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal menambah jumlah pedagang yang diizinkan berjualan di acara 'car free day' atau hari bebas kendaraan bermotor, jika hasil evaluasinya memang tidak ada masalah, kata Bupati Kudus Hartopo.
Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal menambah jumlah pedagang yang diizinkan berjualan di acara 'car free day' atau hari bebas kendaraan bermotor, jika hasil evaluasinya memang tidak ada masalah, kata Bupati Kudus Hartopo.
"Untuk itulah, sejak awal kami berpesan agar pedagang yang belum mendapatkan kesempatan berjualan di acara 'car free day' hari ini (29/5) tetap bersabar karena ini masih simulasi saat pandemi COVID-19 karena belum menjadi endemi," ujarnya di sela-sela meninjau pelaksanaan "car free day" di kawasan Alun-alun Kudus, Minggu (29/5).
Ia mengakui masih menjumpai pedagang yang nekat berjualan di luar zona yang ditetapkan, meskipun jumlahnya juga dibatasi hanya 100 pedagang yang boleh berjualan di Jalan A. Yani dan Jalan Ramelan Kudus.
Untuk itulah, dia meminta, petugas Satpol PP bersama Dinas Perhubungan Kudus untuk menertibkan di luar zona yang boleh untuk berjualan tidak boleh dimanfaatkan PKL yang tidak terdaftar.
Hal terpenting, kata dia, hari ini (29/5) pelaksanaan "car free day" berjalan tertib dan sesuai aturan, maka nantinya kuota pedagang yang boleh berjualan akan ditambah lagi.
"Setidaknya, acara 'car free day' pekan depan akan kami tambah 100 PKL lagi, sehingga bisa menjadi 200-an PKL," ujarnya.
Ia memaklumi keinginan para pedagang untuk bisa ikut berjualan di acara "car free day", mengingat sejak tiga tahun yang lalu tidak bisa berjualan karena ditiadakan demi menghindari kerumunan yang berpotensi terjadi penularan virus corona.
Meskipun diperbolehkan berjualan kembali, dia meminta, baik pedagang maupun masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak aman.
Ketua Paguyuban PKL Yanuar Hilmi mengakui bersyukur bisa berjualan kembali, sedangkan pedagang yang belum masuk kuota memang diminta untuk bersabar. Ketika pelaksanaan "car free day" yang pertama sukses, maka berikutnya akan ada tambahan kuota pedagang.
Ia juga berterima kasih karena kebijakan Pemkab Kudus membuka kembali acara "car free day" tentunya juga bisa membantu pemulihan perekonomian pelaku UMKM setelah sebelumnya terdampak pandemi.
Antusiasme masyarakat memang cukup besar menyambut kembali digelarnya "car free day", karena kawasan Alun-alun Kudus dipenuhi warga yang hendak berolah raga maupun sekadar berjalan-jalan tanpa terganggu adanya kendaraan bermotor yang melintas.