Pemkab Batang buka layanan pemasangan alat kontrasepsi gratis

Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dalam rangkaian memperingati Hari Keluarga Nasional 2022 membuka layanan pemasangan alat kontrasepsi kepada masyarakat secara gratis.

Update: 2022-06-17 13:26 GMT
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batang Supriyono bersama jajarannya membentangkan spanduk pelayanan pemasangan alat kontrasepsi gratis. (ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang)

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dalam rangkaian memperingati Hari Keluarga Nasional 2022 membuka layanan pemasangan alat kontrasepsi kepada masyarakat secara gratis.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3A2PKB) Kabupaten Batang Supriyono di Batang, Jumat, mengatakan sekitar tiga ribu ibu melakukan pemasangan alat kontrasepsi sejak dibuka program bakti sosial itu mulai Rabu (15/6).

"Ini adalah program bakti sosial pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor yang digelar BKKBN dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional pada 29 Juni 2022," katanya.

Supriyono menyebutkan ada empat jenis alat kontrasepsi yang disediakan untuk masyarakat, yaitu implan, intrauterine device (IUD), metoda operasi wanita (MOW), dan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

Pemasangan alat kontrasepsi secara gratis ini, kata dia, agar masyarakat kurang mampu dapat mengikuti kegiatan itu dan dapat meningkatkan akses pelayanan keluarga berencana yang berkualitas bagi pasangan usia subur.

"Kami ingin bisa mendekatkan pada masyarakat dengan memberikan layanan KB secara gratis agar dapat bisa menjadi keluarga berkualitas," katanya.

Dia mengatakan layanan pemasangan alat kontrasepsi gratis itu dilaksanakan di 27 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

"Hasil dari pelayanan KB serentak ini terealisasikan lebih dari 3.000 orang atau melebih target yang dibebankan dari pemerintah pusat 1.990 orang. Jadi sangat memenuhi target yang diinginkan karena kesadaran masyarakat untuk KB sangat tinggi," katanya.

Tags:    

Similar News