12 tahun idap gagal ginjal, penjaga pintu kereta butuh bantuan
Seorang penjaga pintu perlintasan kereta api di belakang Kantor Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat butuh uluran tangan pemerintah daerah.
Elshinta.com - Seorang penjaga pintu perlintasan kereta api di belakang Kantor Desa Pancawati, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat butuh uluran tangan pemerintah daerah. Ia sudah 12 tahun didiagnosa mengidap gagal ginjal. Beberapa tahun belakangan, sakitnya makin parah.
Agus Purnawa (31) alias Bucek kini menghabiskan seluruh hidupnya bolak-balik antara kasur dan rumah sakit untuk cuci darah.
Bertahun-tahun terbaring di kasur membuat tulang belakangnya bengkok. Tulang itu menekan rusuknya sendiri sehingga membuat paru-paru miliknya terjepit. Praktis, Agus jadi sulit bernapas.
Ia tidak bisa menjalankan peran sebagai kepala keluarga. Untuk bangun dari tidur pun sulit, apalagi untuk keluar mencari nafkah. Padahal di rumah kontrakan miliknya, ia memiliki istri bernama Siti Hadinah (22) yang selama ini merawat sakitnya.
Sebelum sakitnya separah sekarang, Agus adalah seorang penjaga pintu perlintasan di Pancawati. Kontrakan miliknya berada tidak jauh dari sana.
"Sekarang, jangan kan mencari uang, untuk buang air ke kamar mandi pun ia mesti diseret menggunakan kain," tutur Dedi Santoso, koordinator Alumni SMP PGRI Klari seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Faizol Yuhri, Senin (27/6).
Agus alias Bucek merupakan alumni SMP PGRI Klari. Kawan-kawannya sesama alumni tergerak untuk membantu Agus. Gerakan itu dimotori oleh Dedi Santoso.
Dua kali dalam seminggu, Agus rutin ke rumah sakit untuk cuci darah. Biaya berobat dan cuci darah ditopang oleh BPJS Kesehatan. Namun tentu itu belum cukup.
"Itu pun masih berat buat keluarga Agus karena iuran BPJS mesti dibayar setiap bulan. Kami sedang mengusahakan agar Agus mendapatkan KIS (Kartu Indonesia Sehat)," kata Dedi.
Saat ini Agus sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah daerah.