Kasus dugaan pengeroyokan artis Martinez, Basque Jakarta ungkap kronologis
Menyikapi kasus dugaan pengeroyokan terhadap mantan pemain sepak bola, sekaligus artis sinetron, Claudio Martinez (41) yang terjadi di sebuah bar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pihak manajemen Basque Bar de Tapas Jakarta mengklarifikasi persoalan tersebut.
Elshinta.com - Menyikapi kasus dugaan pengeroyokan terhadap mantan pemain sepak bola, sekaligus artis sinetron, Claudio Martinez (41) yang terjadi di sebuah bar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pihak manajemen Basque Bar de Tapas Jakarta mengklarifikasi persoalan tersebut.
Direktur dan Komisaris Basque Jakarta, yang didampingi kuasa hukum Gusti Randa menjelaskan, bahwa peristiwa yang terjadi, murni diawali karena adanya miskomunikasi antara salah satu karyawan dengan tamu.
Sayangnya, rekaman video yang beredar tidak ditampilkan secara utuh.
"Padahal kami memberikan video itu saat diminta, namun yang kami sesali, video yang beredar tidak ditampilkan utuh. Bahkan bagian terpenting dari peristiwa malam itu tidak ada sama sekali, termasuk saat karyawan kami dipukul hingga pingsan," kata salah satu Direktur Basque Jakarta Harrisman dalam keterangan pers di Jakarta.
Manajemen Basque Jakarta juga menjelaskan bahwa kejadian yang dituduhkan yang dialamatkan kepada pihaknya, berlangsung saat kondisi cafe ramai pengunjung.
"Pada saat itu restoran kami sedang ramai pengunjung sehingga hal tersebut bisa terjadi. Lalu Bapak Claudio Martinez merasa tersenggol di bagian belakang punggungnya," tutur Andrew selaku Director Operasional Basque Jakarta.
Menyikapi kejadian ini, Ade Kurniawan selaku pegawai bar tersebut pun diketahui telah melakukan visum dan membuat laporan polisi di malam yang sama.
"Untuk hal ini karyawan kami atas nama Ade Kurniawan sudah melaporkan, jadi pada malam kejadian pada saat visum kita juga melapor. Karena malam itu karyawan kita dipukul sampai pingsan," Harriman menambahkan.
Sementara kuasa hukum Basque Bar de Tapas, Gusti Randa mengungkapkan rasa sesal atas peristiwa yang dinilai pihak Manajemen Basque Jakarta sebagai peristiwa yang sama sekali tidak diharapkan dan tidak boleh terulang di salah satu venue hiburan terbaik di Jakarta Selatan itu.
"Kami akan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk koreksi internal. Karena kedua pihak sudah memulai langkah hukum, maka kami memastikan Basque Jakarta akan senantiasa menghormati proses hukum ini dengan baik," kata Gusti Randa.
Sebelumnya, istri Claudio Martinez, Musriana menyebut suaminya menjadi korban pengeroyokan di salah satu bar kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Pengakuan Musriana, suaminya dikeroyok oleh sebagian karyawan bar Basque pada hari Sabtu (2/7) sekitar pukul 01.30 WIB. Kata dia, pelaku pengeroyokan tersebut dilakukan oleh lebih dari lima orang.
"Iya memang benar. Korban pengeroyokan suami saya Claudio Martinez oleh sebagian karyawan Basque," ujar Musriana, melalui pesan singkat, Senin (4/7).
Menurut Musriana, peristiwa pengeroyokan ini berawal pada saat suaminya tersenggol dan kakinya terinjak oleh salah seorang pegawai. Kemudian Claudio pun menegur pegawai yang dianggap kurang berhati-hati di tengah ramainya pengunjung tempat hiburan malam tersebut.
"Awalnya karena tempat ramai, suami saya terinjak dan tersenggol. Suami saya tegur. Eh malah waiters-nya nyolot dan dorong suami saya duluan, sehingga suami saya marah dan tabok bahu si waiters," Musriana menambahkan.
Kemudian datang pegawai lain yang mendorong Claudio dari arah belakang dan menuduh telah memukul rekannya menggunakan botol. Lalu, sejumlah pegawai lain pun berdatangan dan langsung mengeroyok korban hingga mengalami luka-luka.
"Suami kepancing, dia doronglah. Eh tiba-tiba dicekik dan dipukul dari depan dan belakang. Itulah awal mulah sampai di keroyok dan dikejar sampai lift, lobby dan jalan raya," ucap Musriana.
Sementara itu, diketahui Polda Metro Jaya telah menerima laporan terkait kasus dugaan pengeroyokan terhadap mantan pemain sepak bola sekaligus artis sinetron, Claudio Martinez (41 tahun). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menegaskan, pihaknya akan menyelidiki kasus penganiayaan yang terjadi di sebuah bar di kawasan Kuningan.
“Kita akan ungkap pelaku-pelaku yang memang terlibat dalam peristiwa tersebut secepatnya," tegas Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/7).