3,5 juta buku Gerakan Literasi Nasional distribusikan dari Kudus ke lima provinsi
Sebanyak 3.200.774 buku Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang merupakan buku bacaan untuk para peserta didik di lima Provinsi yang berada di pulau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) mulai didistribusikan.
Elshinta.com - Sebanyak 3.200.774 buku Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang merupakan buku bacaan untuk para peserta didik di lima Provinsi yang berada di pulau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) mulai didistribusikan dari PT Pura Barutama, Kudus, Jawa Tengah. Program tersebut, didukung langsung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai wujud kepedulian pada perkembangan dunia literasi. PT. Pura Barutama mendapat paket pembuatan buku sebanyak 3.200.774 eksemplar untuk siswa sekolah dasar (SD) sebanyak 3.176.454 eksemplar dan siswa TK/PAUD sebanyak 24.320 eksemplar.
Dalam pendistribusian buku dengan tonase sebanyak 465.187 kilogram tersebut dilakukan kerjasama dengan PT. Pos Indonesia karena dinilai memiliki rantai distribusi hingga ke pelosok Tanah Air. Sedangkan pendistribusiannya menyasar 3.109 sekolah, meliputi 1.893 SD dan 1.216 TK/PAUD yang ada di 14 kabupaten yang tersebar di lima provinsi. Kelima provinsi yang akan menerima paket buku program GLN tersebut, meliputi provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
"Alhamdulillah, dan terima kasih kepada Kemendikbudristek yang telah mempercayakan pengerjaan buku program GLN kepada kami. Hal ini merupakan salah satu bentuk peran serta perusahaan dalam rangka turut mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Direktur Utama PT Pura Group Johanes Slamet Harjanto di sela-sela acara ceremonial pemberangkatan buku program Gerakan Literasi Nasional seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (14/7).
Alokasi buku yang akan diterima oleh masing-masing provinsi, di antaranya untuk provinsi Sulawesi utara mendapatkan sebanyak 280.450 eksemplar, Kalimantan Barat sebanyak 1.683.900 eksemplar, Kalimantan Utara sebanyak 211.210 eksemplar, Sulawesi Tengah 846.424 eksemplar, dan Kalimantan Timur sebanyak 178.790 eksemplar.
Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek M. Abdul Khak menyampaikan bahwa ada tiga prinsip utama buku bermutu bagi anak yaitu: Buku yang anak-anak benar ingin baca, bukan yang orang dewasa pikir orang dewasa ingin baca, Buku yang bervariasi tema dan ceritanya dan Buku yang sesuai jenjang pembacanya.
“Ketersedian buku-buku yang sesuai dengan usia akan membantu meningkatkan minat baca anak-anak sehingga diharapkan buku-buku ini dapat di manfaatkan dengan baik oleh anak-anak didik kita. Diharapkan buku-buku yang telah di cetak ini dapat sampai di tempat tujuan dengan tepat waktu, tepat sasaran dan aman”, ujarnya.
Sementara itu, di era teknologi masyarakat juga dapat memanfaatkan e-book. Bagi yang ingin mencetak ulang pihaknya memperbolehkan asal tidak dikomersilkan bahkan pihaknya siap memberikan file asli tidak hanya PDF.
"Silakan kalau ingin memperbanyak demi kepentingan umum tetapi tidak boleh dikomersilkan", imbuhnya.