Warga terdampak bangunan RS BRI Medika menagih janji 

Meski RS BRI Medika di Jalan Mayjen Panjaitan, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur  telah diresmikan ternyata masih menyimpan banyak masalah, baik itu terkait dengan warga sekitar maupun sejumlah ijin yang diduga belum dikantongi rumah sakit milik yayasan kesejahteraan pekerjaan dan pensiunan BRI.

Update: 2022-07-28 16:25 GMT
Sumber foto: El Aris/elshinta.com.

Elshinta.com - Meski RS BRI Medika di Jalan Mayjen Panjaitan, Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur  telah diresmikan ternyata masih menyimpan banyak masalah, baik itu terkait dengan warga sekitar maupun sejumlah ijin yang diduga belum dikantongi rumah sakit milik yayasan kesejahteraan pekerjaan dan pensiunan BRI.

“Kita sejak awal sudah menolak pembangunan bangunan yang digunakan sebagai rumah sakit,” ujar Sri Wahyuni (35) warga Mayjen Panjaitan RT 3 RW V.

Selain getaraan dan pembangunanya 24 jam selama 1 tahun dampak kerusakan bangunan, kebisingan sangat menganggu warga.

“Dan hingga suami saya meninggal dunia karena sakit akibat debu dan suara bising pembangunan gedung tersebut,” ujarnya.

Ditanya akan adanya kompensasi yang diterima, Sri Wahyuni mengaku besaran kompensasi yang diberikan tidak merata. “Dari hasil pertemuan kita berada di ring satu dengan tingkat kerusakan tinggi mestinya menerima kompensasi namun ternyata hanya janji kosong . Bahkan janji untuk memperbaiki kerusakan tidak pernah ada jangankan pihak proyek atau penanggung jawab bangunan melihat kondisi RT dan RW saja tidak ada yang kesini,” akunya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El Aris, Kamis (28/7).

Dan setelah gedung rumah sakit tersebut berdiri justru warga yang berada di sebelahnya terdampak. “Apalagi kalau hujan, air hujan langsung mengenai rumah apalagi kalau hujan angin. Biasanya air hujan melalui saluran air atau talang tapi sejak ada bangunan justru rumah warga baik di RT 3 hingga 4 kena dampaknya belum lagi rontoknya material yang dan mengenai genting warga,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Bakti Mandala Husada yang membawahi RS BRI Medika, Widodo Januarso membantah kalau pihaknya belum memberikan kompensasi.

“Bangunan sudah selesai itu artinya semua masalah baik berupa ijin maupun dengan warga  sudah tidak ada masalah,” ungkapnya pada awak media di sela-sela peresmian yang di hadiri Wali Kota Malang, Sutiaji.

Tags:    

Similar News