Chikungunya muncul, Pemkot Depok siaga lingkungan
Belakangan ini, Kota Depok dikhawatirkan munculnya penyakit chikungunya yang disebab oleh infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk.
Elshinta.com - Belakangan ini, Kota Depok dikhawatirkan munculnya penyakit chikungunya yang disebab oleh infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk.
Pemerintah Kota Depok, menyiagakan Kader Juru Pemantau Jentik Nyamuk (Jumantik) di tingkatan rukun warga (RW) di seluruh 63 kelurahan di Kota Depok.
Diantaranya, pengerahan Kader Jumantik di RW 07, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Masa.
Disebutkan Lurah Depok Jaya, Herliana Maharani, berpesan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Dengan begitu, berbagai penyakit yang timbul akibat kurangnya kebersihan dapat dicegah," sebut Herlina seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hendrik Raseukiy, Senin (1/8).
Lurah Depok Jaya, Herliana Maharani mengimbau seluruh warga di wilayahnya untuk menggencarkan kerja bakti membersihkan lingkungan.
"Semua itu guna mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan Chikungunya," ujarnya.
Herliana menuturkan, saat ini kondisi cuaca sedang tidak menentu, kadang hujan dan panas. Oleh sebab itu, dirinya meminta warganya untuk waspada terhadap penyakit DBD dan Chikungunya.
Kedua penyakit ini diakbubatkan oleh infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk, jadi patut waspada terjadinya peningkatan populasi nyamuk.
Dikatakannya, hari ini pihaknya bersama pengurus RW dan kader Jumantik melakukan pengecekan jentik nyamuk di RW 07. Dari 40 sampel rumah yang dicek, enam rumah ditemukan adanya jentik nyamuk, dan 34 rumah lainnya tidak.
Hasil evaluasinya 85 persen masih di bawah ambang batas persentase, apabila ditemukan jentik nyamuk di suatu wilayah nilainya 98 persen.
Pemkot Depok menyarankan untuk gencarkan kerja bakti dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus yaitu menutup, menguras, dan memanfaatkan barang bekas.