Soal 'amplop kiai', Suharso Monoarfa dikecam, santri nusantara galang saweran
Penyampaian statemen dari Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Suharso Monoarfa tentang \r\npemberian 'amplop kiai' bagaian dari awal tindakan korupsi, telah melukai perasaan kiai dan santri. Ucapan tersebut seharusnya tidak pantas diucapkan oleh seorang tokoh atau pejabat publik seperti Suharso Monoarfa.
Elshinta.com - Penyampaian statemen dari Ketua Umum PPP (Partai Persatuan Pembangunan) Suharso Monoarfa tentang
pemberian 'amplop kiai' bagaian dari awal tindakan korupsi, telah melukai perasaan kiai dan santri. Ucapan tersebut seharusnya tidak pantas diucapkan oleh seorang tokoh atau pejabat publik seperti Suharso Monoarfa.
Forum Santri Nusantara mengecam dan menyesalkan pernyataan Suharso Monoarsa tersebut. Forum Santri Nusantara menggalang dana dengan cara saweran dimana yang terkumpul akan diberikan kepada Suharso Monoarfa. Aksi penggalangan dana dengan saweran untuk Suharso ini digelar di Bento Kopi di Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (23/8) malam.
Dalam aksi saweran sebagai penggalangan sedekah sebagai ganti “amplop kiai” ini juga diisi orasi dari perwakilan santri dari sejumlah daerah. Aksi saweran ini akan berlanjut ke sejumlah daerah lain seperti Purwokerto, Banten dan lainya. Para santri akan bahu-membahu untuk mengumpulkan donasi yang akan diberikan ke Suharso sebagai ganti amplop kiai.
"Beliau (Suharso) menyebut menyiapkan amplop kepada kiai dimana pun tempat. Maka itu kami akan kembalikan berapa yang telah diberikan Pak Suharso kepada kiai itu dan kiai mana saja yang diberikan, kita kembalikan," kata koordinator acara Muhamad Soleh Basari seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Izan Raharjo, Rabu (24/8).
Aksi saweran ini sebagai kritik dari santri kepada Suharso Monoarfa tanpa perlu dengan aksi demo atau membakar foto Suharso. Suharso sebagai ketua umum partai Islam tidak pantas mengeluarkan pernyataan seperti itu. Pernyataan tersebut membuktikan bahwa Suharso Monoarfa tidak memahami konstituenya.
"Kita kasihan, tokoh sekelas Pak Harso mengeluh tentang amplop yang diberikan ke kiai. Maka kita kembalikan dengan saweran dari santri," ujarnya.
Kiai, menurutnya adalah sosok yang telah banyak berkontribusi pada bangsa dan negara ini dan beperan besar bagi negara. Pendirian negara ini juga tidak lepas dari peran para kiai. Di era kemerdekaan pun para kiai hadir diantaranya di saat negara tidak dapat menjangkaunya, kiai mendirikan lembaga pendidikan seperti pesantren dan lembaga pendidikan lainnya.
Pernyataan Suharso Monoarfa soal "amplop kiai" ini disampaikannya dalam pidato pembekalan antikorupsi di KPK. Ketua Umum PPP itu mengatakan bahwa saat dirinya ke pondok pesantren (ponpes) meminta doa para kiai, ia diminta untuk memberikan titipan.