Siram kebun kelengkeng, Bumdes Wringinputih gunakan teknologi berbasis IOT

Bumdes Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Jawa Tengah menggunakan teknologi berbasis IOT atau Internet of Things untuk menyiram kebun kelengkeng yang dikelolanya.

Update: 2022-08-26 16:57 GMT
Sumber foto: Kurniawati/elshinta.com.

Elshinta.com - Bumdes Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Jawa Tengah menggunakan teknologi berbasis IOT atau Internet of Things untuk menyiram kebun kelengkeng yang dikelolanya.

Untuk menyiram kebun klengkeng seluas setengah hektar itu cukup memencet smartphone dari rumah atau dari mananapun. Project ini merupakan bagian dari program Smart Village Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) kerjasama dengan UNS Solo dan Bumdes Wringinputih.   

Duta Digital Smart Village Kemendesa PDTT, Sholahuddin AA, mengatakan,  Desa Wringinputih merupakan satu diantara 15 desa di Magelang yang menjadi bagian dari percontohan Smart Village Kemendesa PDTT. Penerapan penyiraman otomatis berbasis IOT adalah bagian dari transformasi teknologi digital di desa. Sesuai dengan arah pembangunan nasional dalam RPJMN 2020/2024 transformasi digital sebagai proyek prioritas strategis nasional. 

Sistem penyiraman otomatis berbasis IOT, menurutnya, dirancang menggunakan mikrokontroler Arduino Uno sebagai sistem kontrol dan NodeMCU sebagai pengirim data antara sistem ke web server. Sementara ini belum menggunakan web server sendiri tapi menggunakan server telegram. Instruksinya menggunakan kode angka yan dikirim ke chat telegram, kemudian dibaca oleh sistem dan secara otomatis kebun akan tersiram melalui instalasi pipa yang sudah di desain di kebun.

Menurut Sholahudin, yang melakukan pekerjaan ini adalah tim dari UNS dan komunitas digital desa Wringin Putih. Dimulai membuat prototype dan mengujicoba sistemnya. "Semua ini terus dikembangkan dan nanti akan menjadi unit usaha Bumdes khusus untuk produk IOT pertanian dan perkebunan,'' tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Jumat (26/8).

Direktur Bumdes Wringinputih, Rizal Arif Windriatmoko, mengatakan tinggal di desa tidak menghalangi upaya untuk melakukan transformasi teknologi digital. Pendekatan teknologi digital bisa mampu memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi masyarakat desa, salah satunya yaitu pertanian. 

Dengan adanya penyiraman otomatis berbasis IOT, imbuhnya,  tentu lebih memudahkan petani untuk meningkatkan produktifitasnya dan menghemat tenaga. "Ini baru kita simulasikan di satu petak seluas setengah hektar, nanti akan dikembangkan dikebun klengkeng lainnya yang lebih luas,'' katanya. 

Kebun klengkeng ini, lanjut dia, merupakan bagian dari agrowisata petik buah klengkeng sehingga harus dikemas menarik. Jadi wisatawan berkunjung tidak hanya disuguhi kebun klengkeng dan petih buah klengkeng saja, tapi juga menawarkan pengalaman baru melihat perkebunan modern yang berbasis IOT. 

Menurutnya, sistem ini baru  pertama di Magelang perkebunan modern berbasis IOT. Pihaknya membuka diri untuk siapa saja yang mau belajar tentang perkebunan modern yang sedang kami kembangkan. 

Tags:    

Similar News