Pemkab Langkat arahkan CSR untuk program pembangunan prioritas

Pelaksana Tugas Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri acara forum silaturahmi perusahaan di Kabupaten Langkat, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Langkat, yang diikuti 44 perwakilan perusahan bertempat  di salah satu hotel di Kota Medan.

Update: 2022-08-31 18:24 GMT
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Pelaksana Tugas Bupati Langkat Syah Afandin menghadiri acara forum silaturahmi perusahaan di Kabupaten Langkat, yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Langkat, yang diikuti 44 perwakilan perusahan bertempat  di salah satu hotel di Kota Medan.

Kepala Bappeda Kabupaten Langkat Rina Wahyuni Marpaung mengatakan, banyak hal yang dibahas pada forum ini. Salah satunya dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan untuk diarahkan pada pelaksanaan program -program pembangunan prioritas di Kabupaten Langkat. Antara lain untuk membangun sarana kesehatan berupa perbaikan fasilitas kesehatan, bantuan pembiayaan jaminan kesehatan masyarakat miskin, bantuan untuk penanggulangan stunting dan peningkatan pelaksanaan Germas. 

Kemudian pembangunan pendidikan berupa pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi, pembangunan/rehabilitas sarana dan prasarana sekolah. Pembangunan infrastruktur berupa pembangunan jalan lingkungan rehabilitasi saluran drainase, pembangunan sistem air bersih, bantuan rumah tidak layak huni, pembangunan sanitasi perdesaan dan pendampingan pengelolaan sampah.

Selanjutnya dijelaskan Rina, pembangunan pariwisata dan ekonomi unggulan berupa pendampingan desa wisata, pemenuhan amenitas di objek wisata, bantuan pengembangan modal usaha peningkatan keterampilan dan pemasaran produk unggulan daerah, latihan tenaga kerja berbasis kompetensi serta penggunaan tenaga kerja lokal, bantuan benih, sarana dan prasarana bagi petani dan nelayan juga dalam peningkatan kemampuannya. 

"Peningkatan kemandirian desa berupa peningkatan kapasitas Bumdes, pembinaan desa dalam peningkatan inovasi produk unggulan desa, peningkatan perlindungan dan jaminan sosial masyarakat, peningkatan kualitas organisasi kepemudaan, dan peningkatan pemberdayaan perempuan," tambahnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (31/8). 

Selanjutnya Plt Bupati Langkat menyatakan Pemkab Langkat ingin merubah pola CSR agar bisa lebih dirasakan masyarakat Langkat manfaatnya. Sebab APBD tidak cukup membangun Langkat, bayangkan dalam geografis Langkat menjadi kabupaten terbesar nomor dua dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di Sumatera Utara.

"Bayangkan, kami (Pemkab Langkat) hanya punya angaran Rp1,9 triliun dengan jumlah penduduk mencapai 1.040.000 jiwa," katanya. 
 
Diasumsikan, jika satu perusahaan bisa memberikan Rp200 juta untuk disalurkan menjadi modal dua sampai tiga juta per kepala keluarga (KK), maka dapat menyelamatkan 100 keluarga miskin. Jika tepat dan benar penyalurannya, pasti dirasakan masyarakat. Bagi yang ingin melakukan bedah rumah dari CSR, dapat berkonsultasi kepada Baznas. 

Kemudian ditempat yang sama juga dilaksanakan penandatanganan berita acara kesepakatan bersama, antara Pemkab Langkat dan perusahaan di Langkat terkait pembangunan destinasi wisata. Kesepakatannya siap mendukung pengembangan desa wisata di Bukit Lawang dan Tangkahan sebagai destinasi pariwisata super prioritas di Sumut dan Kabupaten Langkat. 

Kemudian siap melakukan pendampingan dalam pembangunan balai ekonomi desa pada desa wisata di Bukit Lawang dan Tangkahan. Kesepakatan tersebut ditanda tangani, oleh Plt Bupati Langkat, DPRD Kabupaten Langkat, diikuti Bank Indonesia. PT Bank Sumut. PT PLN UISBU/PT Indonesia Power. PT Langkat Nusantara Kepong. PT Ukindo/PT Musam Ujing. PT Pertamina EP Field Rantau. PT Pertamina EP Field Pangkalan Susu dan PTPN-2.

Tags:    

Similar News