Soal jembatan penghubung yang rusak, ini penjelasan PUPR Aceh Utara
Terkait kerusakan satu unit jembatan darurat penghubung Gampong Seureuke dan Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pasca banjir, pihak Dinas PUPR Aceh Utara memberikan penjelasan.
Elshinta.com - Terkait kerusakan satu unit jembatan darurat penghubung Gampong Seureuke dan Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pasca banjir, pihak Dinas PUPR Aceh Utara memberikan penjelasan. Kepala Dinas PUPR Aceh Utara, Edi Anwar melalui Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Muhammad mengatakan, pihaknya sangat memaklumi dan memahami persoalan jembatan tersebut akibat banjir beberapa hari yang lalu.
Jembatan dimaksud berapa pada ruas jalan Gampong Sereuke - Buket Linteung Kec. Langkahan, yang menjadi kendala ruas jalan tersebut belum tercatat dalam SK Bupati Nomor: 620/470/2015, tentang Penetapan Ruas Jalan Menurut Statusnya Sebagai Jalan Kabupaten yang selama ini ditangani oleh PUPR Kab Aceh Utara.
Oleh karena itu mengingat jembatan tersebut memang sangat membutuhkan karena berada di sektor pertanian dan perkebunan. "Kita minta Keuchik setempat menyerahkan surat permohonan yang ditujukan ke bapak Bupati dan tembusan ke DPRK, Bappeda, Dinas PUPR, BPBD, Dinas Transmigrasi, dan Dinas Perkim," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hamdani, Jumat (2/9).
"Upaya pembangunan jembatan permanen tersebut untuk penghubung dua desa menuju pusat Kecamatan Langkahan Aceh Utara pihaknya memperkirakan menghabiskan anggaran lebih kurang sekitar Rp1 miliar. Untuk perencanaan pembangunannya pihak Kepala Desa Seureke kita sarankan untuk kerjasama melakukan koordinasi dengan pihak BPBD atau Dinas Transmigrasi Kab. Aceh Utara karena jembatan berada di daerah perkebunan itu sudah bidangnya," ujarnya.
Berita sebelumnya sebuah jembatan penghubung antar Desa Seureuke dengan Buket Linteung di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara rusak parah setelah diterjang banjir akibat luapan air Alur Asia melanda kawasan itu. Akibatnya akses warga Seureuke menuju pusat kecamatan Langkahan untuk beraktifitas mengangkut hasil pertanian dan perkebunan seperti kelapa sawit, pinang dan kakau jadi terhambat.
Kepala Desa Seureuke Azis Rusmiono bersama warga dengan swadaya telah membangun kembali jembatan tanggap darurat dengan bahan kayu seadanya untuk bisa dilewati Masyarakat dari aktifitas sehari hari untuk aktifitas seperti biasanya.