Anggota Komisi XI DPR sebut kenaikan suku bunga 4,25 pengaruhi sektor riil

Elshinta.com, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,25 persen. 

Update: 2022-09-25 17:55 GMT
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 4,25 persen. 

Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengingatkan kenaikan suku bunga BI akan berdampak pada perlambatan sektor riil. Kamrussamad juga mengingatkan BI untuk mempersiapkan langkah mitigasi. 

"Kondisi moneter kita saat ini memang menghadapi dua tekanan sekaligus. Tekanan eksternal dari kenaikan suku bunga bank sentral AS dan tekanan internal dari eskalasi inflasi." kata Kamrussamad saat berada di lokasi UMKM Rorokenes Ngesrep Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Inflasi inti kita sudah mencapai 3,04 persen secara tahunan. Inflasi inti merupakan indikator penting permintaan dan penawaran masyarakat yang sesungguhnya. Daya beli kian melemah. Namun, kita perlu hati-hati dampak dari kenaikan suku bunga ini bisa memperlambat kinerja sektor riil." ujarnya. 

Menurut Kamrussamad, minat pelaku usaha meminjam dari perbankan akan menurun, begitu pula dengan kredit konsumsi. Sebab, bunga jadi lebih mahal di tengah permintaan konsumen yang melemah.

"Kenaikan suku bunga BI juga akan menyebabkan likuiditas berkurang. Kombinasi berkurangnya likuiditas dan daya beli yang menurun akan membawa resiko lanjutan pada pelambatan pertumbuhan ekonomi," ucapnya. 

Kamrussamad juga mengatakan, kondisi ini akan membuat sektor riil dan usaha perlu melakukan penyesuaian sehingga tetap bisa survive sampai terjadi keseimbangan baru.

"Karena itu, BI perlu juga menyiapkan langkah-langkah mitigasi dari dampak kenaikan suku bunga ini. Sektor riil harus tetap memiliki ruang tumbuh yang luas," tandasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Redaksi Elshinta.com, Minggu (25/9). 

Tags:    

Similar News