Ada penolakan, Rektor Unisma terpilih tetap dilantik
Elshinta.com, Universitas Islam Malang (Unisma) bukan bagian dari perguruan tinggi milik Nahdlatul Ulama (NU) dalam hal ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Elshinta.com - Universitas Islam Malang (Unisma) bukan bagian dari perguruan tinggi milik Nahdlatul Ulama (NU) dalam hal ini Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
“Secara ideologis kita sudah katakan Unisma dari NU untuk Indonesia dan peradaban dunia, tapi beda dengan kampus yang didirikan PBNU.” ungkap Ali Ashari salah satu pengurus yayasan Unisma seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, El-Aris, Senin (5/12).
Ditambahkan Ali Ashari, ada tiga macam dimana satu kampus yang didirikan oleh PBNU, dan kedua Kampus yang didirikan oleh tokoh-tokoh NU dan sekolah atau pondok pesantren.
“Namun untuk kampus yang didirikan oleh tokoh-tokoh NU maka PBNU tidak superior sehingga Yayasan Unisma hanya bersikap menghormati PBNU. Hanya saja untuk mengambil kebijakan maka itu tidak bisa dicampuri oleh PBNU meski Unisma masuk dalam PTNU,” jelasnya.
Diakui Ali, saat yayasan menjatuhkan pilihan rektor ke tiga pada Prof. Maskuri pihaknya mendapat surat dari PBNU. “Benar kita dapat surat bahkan sempat dikunjungi langsung pengurus pusat salah satunya Prof. M Nuh dan kita telah jelaskan secara gamblang termasuk tahapan pemilihan rektor dan rupanya ada orang yang mengaku dari dewan pengawas Unisma yang berkirim surat ke PBNU terkait terpilihnya kembali Prof. Maskuri sebagai rektor untuk yang ke -3 kalinya. Dan yayasan tetap melantik rektor Senin (5/12) sore,” jelasnya.
Sementara itu mahasiswa Unisma mendesak yayasan untuk segera melantik rektor terpilih. Desakan ini dilakukan mahasiswa di depan kantor Yayasan Unisma yang letaknya bersebelahan dengan gedung rektorat dengan membakar ban bekas.