Event Muaythai dukung sport tourism di Bali 

Elshinta.com, Turnamen Muaythai atau seni bela diri asal Thailand yang dikemas dalam event Summer Fights ke-4 tersebut digelar di International Conference Center (ICC) Bali, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (18/12).  

Update: 2022-12-19 11:12 GMT
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Turnamen Muaythai atau seni bela diri asal Thailand yang dikemas dalam event Summer Fights ke-4 tersebut digelar di International Conference Center (ICC) Bali, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (18/12).  

Marcos Manurung, promotor Summer Fight saat wawancara dengan Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono mengatakan bahwa selama 4 kali penyelenggaraan event Summer Fights di Bali sampai saat ini masih menggunakan sumber pendanaan uang secara mandiri alias merogoh kantong pribadi. 

“Selama pemyelanggaraan event Summer Fights di Bali dari pertama sampai keempat seperti sekarang ini, saya sudah keluar uang banyak. Makanya saya berharap event seperti ini kedepannya seharusnya mendapatkan dukungan baik dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali atau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung),” kata Marcos Manurung di Bali, Minggu (18/12). 

Ia mengaku optimis, event seperti ini seharusnya bisa berkembang pesat di Indonesia, khususnya di Bali jika mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah, baik dari sisi pendanaan (finansial) sponsor maupun kemudahan terkait perizinan dan lain sebagainya.

“Seperti yang kita liat, event seperti ini sangat mendukung dan meningkatkan pariwisata atau sport tourism, karena 80 persen penontonnya kebanyakan turis (mancanegara/WNA),” jelasnya.

Ia mengklaim, hingga saat ini Channel YouTube “Summer Fight” sudah mendunia dengan 12 ribuan viewers. Sedangkan Instagram “Summer Fight” telah mencapai 82 ribuan followers.

“Dengan ini saya berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bisa melihat bahwa event ini juga memberikan banyak manfaat bagi Bali, sehingga kedepannya mereka juga bisa mendukung kami, baik dukungan secara financial maupun dukungan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu sebagai informasi, dalam event Summer Fights kali ini akan memperebutkan sabuk kejuaraan, masing-masing untuk kategori middleweight, lightweight dan welterweight.

Sabuk yang diperebutkan telah diotorisasi oleh Muaythai Professional Indonesia (MPI). Sehingga, para pemenang akan diakui sebagai petarung profesional dan boleh mengajukan tantangan terhadap para pemegang sabuk kejuaraan.

Perhelatan yang digelar pada Minggu sore hari ini dimulai pukul 16.00 WITA itu semakin spesial sebab juga akan mengetengahkan match di nomor perempuan antara Winnia vs Sri dijadwalkan akan bertarung di kelas semi pro. 

Di laga-laga internasional, kehadiran match perempuan tentu bukan hal asing lagi. Namun di Indonesia yang masih begitu patriarkis dan penuh bias gender, pertarungan Winnia dan Sri merupakan satu dobrakan spektakuler. 

“Sudah barang tentu Summer Fight 2022 akan menjadi salah satu penanda dalam kaitannya dengan isu-isu feminisme di Indonesia,” sambungnya. 

Setelah ritual Wai Khru yang menggambarkan tradisi sportif, respek, dan kekesatriaan, perhelatan akbar yang akan menggemparkan International Conference Centre (ICC) Bali itu dikejutkan oleh first match dua petarung muda belia yang sangat menjanjikan.

Dalam beberapa tahun ke depan, mereka digadang-gadang akan menjadi petarung profesional yang berlaga di event-event kelas dunia. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi promotor Summer Fight demi kepastian regenerasi Muaythai di Indonesia. 

"Pecinta Muaythai di Indonesia makin banyak dan kami ingin membuka ruang selebar-lebarnya agar mereka bisa menapaki karir di dunia yang digelutinya,” lanjutnya.

Sayangnya, setelah tiga kali digelar bahkan sampai event keempat Summer Fight di Bali sama sekali belum mendapat dukungan dari pemerintah. Padahal event ini sangat strategis jika menjadi bagian dari sektor kepariwisataan atau biasa disebut sport tourism.

Tags:    

Similar News