Datangi kantor bupati, ratusan petani tegal keluhkan harga pupuk yang mahal

Elshinta.com, Ratusan petani yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa (Formaddes), Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mendatangi kantor bupati untuk menyampaikan keluhan satu diantaranya mengenai harga pupuk yang mahal.

Update: 2023-01-13 12:15 GMT
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Ratusan petani yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Desa (Formaddes), Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mendatangi kantor bupati untuk menyampaikan keluhan satu diantaranya mengenai harga pupuk yang mahal.

Massa yang datang ke kantor Bupati Tegal mengenakan mobil bak terbuka, truk, dan sepeda motor, dengan dikawal oleh anggota Polres Tegal. Mereka langsung menyampaikan orasi dan tujuan diadakannya aksi demo ini. 

Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa (Formaddes) yang juga mewakili petani, Susmono, menyampaikan jika ia dan petani yang hadir ingin bisa masuk dan bertemu langsung dengan Bupati Tegal, Umi Azizah.

Hal itu, karena mereka ingin menyampaikan langsung kondisi yang dalami oleh para petani khususnya di wilayah Kecamatan Pagerbarang, karena harga pupuk yang mahal melebihi harga eceran tertinggi (HET).

Selain itu, terkait masalah krisis air, ulu-ulu atau golongan yang sudah mengabdi selama 40 tahun tidak pernah dihargai jasanya, dan permasalahan lainnya.

Total ada delapan tuntutan yang disampaikan oleh Susmono kepada Bupati Tegal dan berharap bisa menemui titik terang. Sekitar 30 menit, akhirnya Bupati Tegal, Umi Azizah, menemui perwakilan petani.

Perwakilan petani berjumlah 20 orang diterima untuk audiensi di dalam gedung Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal, untuk membahas dan mendapati kesepakatan.

Bupati juga mendatangkan semua unsur terkait, mulai Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tegal, Dadang Darusman, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM Kabupaten Tegal, Suspriyanti, perwakilan produsen pupuk, distributor, dan lain-lain.

"Kami hanya meminta Bupati Tegal, Umi Azizah, keluar dan menemui kami. Mendengarkan delapan tuntutan yang akan kami sampaikan, karena jujur petani sangat terdampak dan sulit. Bayangkan saja, harga pupuk urea bersubsidi yang harusnya kisaran Rp 112 ribuan, tapi dijual ke petani sampai Rp 250 ribu per 50kg nya," ungkap Susmono seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Jumat (13/1).

Adapun delapan tuntutan yang dimaksud, pertama mengenai harga pupuk urea, ZA, dan NPK bersubsidi tidak boleh melampaui HET yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian.

Kedua, musim tanam 1 dimajukan bulan Oktober, November, Desember, karena kecamatan Pagerbarang, Balapulang, Margasari, Lebaksiu, Slawi, Dukuhwaru menanam padi, jagung setahun tiga kali, sehingga stok pupuk harus ada.

Ketiga, penagarian di wilayah Kecamatan Pagerbarang mengalami krisis air untuk pertanian sudah 20 tahun, sehingga perlu dianggarkan tahun 2023 untuk pembangunan bendungan, sodetan, dan pembangunan saluran irigasi baru.

Keempat, Ulu-ulu (golongan) atau yang mengatur air di persawahan sudah mengabdi selama 40 tahun tidak pernah dihargai jasa dan kinerjanya, sehingga menuntut gaji dan tunjangan hidup.

Kelima, Lingkungan Masyarakat Dekat Hutan (LMDH) tahun 2023 harus mendapatkan pupuk urea bersubsidi.

Keenam, menuntut distributor dan pengecer pupuk bersubsidi baik urea maupun petro, agar ijin usahanya dicabut untuk kemudian diganti gabungan Bumdes masing-masing kecamatan.

Ketujuh, sisa pupuk tahun anggaran 2022 berjumlah 2003 ton yang sudah tersalurkan 1.619 ton, sehingga sisanya 384 ton harus dicairkan pada tahun 2023 ini karena petani membutuhkan.

Kedelapan, pemilik lahan yang ada di beberapa desa kartu taninya hanya satu nama, sehingga petani tidak dirugikan.

"Jika delapan tuntutan kami tersebut tidak dikabulkan, maka Formaddes, Gapoktan, Kelompok Tani, dan petani seluruh Kabupaten Tegal akan melakukan gerakan berjilid-jilid sampai tuntutan kami disetujui, dan dijalankan Bupati Tegal," ujarnya. 

Meskipun audiensi berlangusng alot karena Susmono dan para petani merasa belum dipenuhi tuntutannya, tapi setelah mendatangkan dari pihak Pupuk Indonesia dan menjelaskan mengenai harga pupuk dan lain-lain, bahkan memastikan akan menindak distributor dan pengecer yang nakal, maka pada akhirnya petani bisa menerima hasil audiensi.

Setelah masing-masing dinas terkait, dan Bupati menyampaikan jawaban dan kelanjutan dari tuntutan, dari pihak petani menghendaki melakukan penandatanganan kesepakatan bersama.

Sementara terkait tuntutan pembangunan sodetan untuk mengatasi krisis air, Umi menyebut besok Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tegal langsung mengunjungi lokasi, survei, dan mencari solusi terbaik seperti apa.

Sementara untuk tuntutan honor bagi Ulu-ulu, nantinya akan ditindaklanjuti lewat Dispermasdes pemerintah desa setempat.

Kemudian untuk keinginan supaya Bumdes bisa menjadi distributor pupuk, Kamis (12/1/2023) akan difasilitasi forum diskusi dengan camat dan kepala desa Pagerbarang.

Mengingat semuanya butuh proses, maka Umi mengimbau bagi para petani untuk bersabar dan mengikuti alurnya.

"Intinya tuntutan para petani, siap difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Tegal," tegas Umi.

Perwakilan Pupuk Indonesia Wilayah ll PI, Edy Ekandria, menambahkan untuk pendistribusian pupuk sampai ke distributor bahkan ke petani akan dikawal bersama.

Sehingga tahun 2023 ini, diharapkan bisa berjalan aman, lancar sesuai permintaan dari petani.

Menjawab mengenai harga pupuk bersubsidi yang mahal dan dikeluhkan petani, Edy menuturkan pihaknya selama ini selalu memerintahkan distributor atau pemilik kios untuk menjual sesuai HET.

"Terkait ada harga pupuk yang lebih mahal melebihi HET, maka akan kami tindaklanjuti dan distributor yang nakal langsung kami berhentikan," tutur Edy.

Adapun HET pupuk urea sekarang ini Rp 2.250 per kilogram. Sedangkan pupuk NPK sekarang ini harga Rp 2.300 per kilogram.

Tags:    

Similar News