Sirkuit MXGP embrio pusat kegiatan olahraga
Elshinta.com, Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan pembangunan sirkuit untuk kejuaraan dunia balap motocross atau Motocross Grand Prix (MXGP) di kawasan Tohpati, Kelurahan Cakranegara Utara, menjadi embrio pusat kegiatan olahraga di daerah tersebut.
Elshinta.com - Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyatakan pembangunan sirkuit untuk kejuaraan dunia balap motocross atau Motocross Grand Prix (MXGP) di kawasan Tohpati, Kelurahan Cakranegara Utara, menjadi embrio pusat kegiatan olahraga di daerah tersebut.
"Kita berharap setelah sirkuit MXGP dibangun, fasilitas pendukung untuk olahraga lainnya juga bisa terbangun di kawasan tersebut. Sirkuit MXGP ini jadi embrio 'sport center' di Mataram," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di Mataram, Selasa.
Pembangunan sirkuit tersebut merupakan persiapan untuk kegiatan MXGP yang akan dilaksanakan dua seri di NTB dan di dua tempat. Seri pertama akan dilaksanakan di Samota Kabupaten Sumbawa pada 28 Juni 2023 dan seri kedua di Kota Mataram tanggal 2 Juli 2023.
Wali Kota Mataram menyambut positif dan menyatakan siap mendukung kegiatan MXGP sebagai bagian dari wisata olahraga. Hal itu tentu bisa memberikan dampak ekonomi positif bagi warga di Kota Mataram.
"Wilayah Kota Mataram memang paling ideal untuk perhelatan tersebut. Apalagi, untuk akses transportasi, akomodasi, kuliner, dan lainnya mudah dan cepat," katanya.
Dikatakan, pembangunan Sirkuit MXGP itu di lahan seluas 6 hektare milik seorang pengusaha, bukan milik Pemerintah Kota Mataram, dengan sistem sewa sehingga pemilihan kawasan Tohpati sebagai lokasi sirkuit motocross itu masih bersifat tentatif.
"Sirkuit di Tohpati itu masih tentatif karena lahan itu bukan lahan kita. Kegiatan ini masih temporer untuk kegiatan MXGP dan ada kejuaraan nasional yang akan diadakan oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia)," katanya.
Selain sebagai tempat kegiatan tingkat nasional dan internasional, sirkuit MXGP juga direncanakan menjadi kegiatan Pekan Olahraga Provinsi NTB yang berlangsung pada Februari 2023.
Sedangkan untuk pemanfaatan jangka panjang, wali kota, mengaku tidak bisa memastikan apakah akan tetap menjadi sirkuit atau tidak karena keputusan tersebut kewenangan pemilik lahan.
"Pada saatnya lahan itu bisa berubah fungsi, sedangkan kita tidak bisa paksa karena lahan bukan punya kita," katanya.
Menurut wali kota, pembangunan sirkuit MXGP di Tohpati ini karena rencana penyelenggaraan MXGP di bekas Bandara Selaparang batal. Alasannya, lahan tersebut tidak bisa dilakukan pengerukan secara masif.
"Bekas Bandara Selaparang tidak bisa digunakan untuk sirkuit MXGP, karena bisa merusak areal bekas bandara," katanya.
Namun demikian, bekas Bandara Selaparang bisa dijadikan sebagai "sport otomotif" untuk kategori yang lainnya yang tidak merusak kondisi kawasan areal bandara saat ini.
"Kalau untuk kegiatan sport otomotif lain yang tidak merusak seperti 'drag race' kemungkinan bisa di bekas bandara karena tidak sampai merusak bekas landasan pacu," katanya.