Pecinta musang gelar munas ke-4 di Subang

Elshinta.com, Komunitas pecinta Musang yang tergabung dalam Perkumpulan Pecinta Pelestari Musang Indonesia (P3MI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di Kolam Renang Citapen, Subang, Jawa Barat. Sedangkan di puncak acara pada 5 Februari digelar gathering nasional yang dihadiri lebih 350 pecinta musang dari seluruh Indonesia.

Update: 2023-02-06 11:12 GMT
Sumber foto: Hari Nurdiansyah/elshinta.com.

Elshinta.com - Sebagian orang mungkin akan berpikir ulang untuk memelihara hewan liar. Apalagi jika hewan tersebut sering dimusuhi karena suka memangsa hewan ternak. Seperti musang misalnya. Alih-alih memelihara, mereka yang jengah justru memburu dan membasminya sehingga bisa punah. 

Hal itulah yang kemudian menggerakkan anak-anak muda untuk menyelamatkan musang sekaligus membentuk komunitas pecinta hewan yang juga penyuka kopi tersebut.

Komunitas pecinta Musang yang tergabung dalam Perkumpulan Pecinta Pelestari Musang Indonesia (P3MI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) yang berlangsung di Kolam Renang Citapen, Subang, Jawa Barat. Sedangkan di puncak acara pada 5 Februari digelar gathering nasional yang dihadiri lebih 350 pecinta musang dari seluruh Indonesia, seperti Pontianak, Bali, Madura, Jawa Timur, Bogor, Jakarta, Bekasi, Bandung  dan masih banyak lagi para pecinta musang yang datang.

Dalam gathering nasional ke 8 ini juga digelar kontes musang yang akan memperebutkan hadiah-hadiah menarik, tidak hanya kontes para pecinta musang ini juga melepasliarkan 10 pasang demi terjaganya ekosistem musang yang dianggap hama oleh sebagian masyarakat. Karena dengan melepasliarkan kembali itu sangat penting untuk dapat menjaga kelestarian musang khas Indonesia.

Ketua Umum P3MI MLI Raga Prabuana mengucapkan terimakasih kepada para pecinta musang seluruh Indonesia yang telah hadir dalam acara Munas ke 4 dan Ganas ke 8 yang telah terselenggara dengan sukses.

Raga juga akan mengembangkan komunitas ini dengan program yang telah dibuat untuk kelestarian hewan musang ini, dan akan menjalankan program 100 rumah musang dalam satu regional atau daerah.

"Dengan lahirnya komunitas pecinta musang diharapkan bisa mensosialisasikan bahwa musang ternyata bisa menjadi hewan peliharaan seperti kucing, anjing dan hewan lainnya yang sering banyak ditemui," ujar Raga kepada Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Senin (6/2).

"Banyak manfaat dari hewan musang yang secara ekonomis nilai jualnya tinggi atau harganya hampir sama dengan kucing Anggora maupun Persia" tutupnya.

Sesuai dengan semangat komunitas, P3MI  gencar mensosialisasikan visi dan misi organisasi yaitu bagaimana menyelamatkan hewan eksotik ini dari perburuan. Sebab sampai saat ini binatang musang masih dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai hama.

Tags:    

Similar News