Harga bawang merah di pasar tradisional di Tegal merangkak naik
Elshinta.com, Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengalami kenaikan.
Elshinta.com - Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah mengalami kenaikan. Komoditas pertanian ini bahkan sudah menembus angka Rp50.000 per kilogram di Pasar Pepedan. Namun, kenaikan harga ini tidak membawa keuntungan bagi para petani karena harga yang masih murah serta belum memasuki musim panen raya.
Ahmad Muzakir pedagang di Pasar Pepedan mengatakan, harga bawang merah sudah mulai naik sejak Desember dan terus merangkak naik sampai saat ini.
Kenaikan harga bawang merah hingga menembus angka Rp40.000 sampai Rp50.000 per kilogram dimana sudah melampaui harga acuan yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp32.000 per kilogram di tingkat konsumen.
Secara umum, kenaikan ini disebabkan faktor cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi. Akibatnya, stok bawang merah di pasaran berkurang. "Selama musim hujan serta belum ada daerah yang panen raya," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Hari Nurdiansyah, Kamis (9/2).
Dikatakan Ahmad Muzakir kalaupun ada daerah yang panen raya, hanya sejumlah kecil dari total para petani bawang merah. Dengan demikian, jumlahnya masih sedikit dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar.
"Tingginya curah hujan, menurunkan produktivitas tanaman bawang merah. Hal ini karena dengan curah hujan yang tinggi berimbas pada menurunnya jumlah tunas di tanaman bawang merah yang secara otomatis hasil panen dari tanaman tersebut berkurang jauh," ujar Ahmad.
Menurutnya, kenaikan harga bawang merah yang cukup signifikan diprediksi akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan mengingat musim panen raya belum tiba. Pada tahun sebelumnya, harga bawang merah akan kembali normal saat terjadi musim panen raya di bulan Juni hingga Agustus.
“Saat ini petani juga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan obat-obatan ditambah stok yang kurang, dan mengakibatkan harga jual juga jadi melonjak" ungkap Mudzakir.
Selama ini para petani bawang merah di Kota Tegal maupun daerah penghasil bawang merah lainnya tidak dapat menikmati lonjakan harga karena para petani belum siap panen.
Salah satu konsumen juga mengeluhkan harga yang makin melonjak dari komoditas hususnya bawang merah ini.
Kondisi itu dikeluhkan juga para konsumen maupun pedagang harga 45.000 sampai 50.000 per kilogram.
“Saya berharap pemerintah lebih mementingkan nasib para petani bawang merah serta memperhatikan para konsumen dan tidak menggelontorkan kran impor dalam kondisi seperti sekarang ini karena kalau itu dilakukan nantinya justru akan merusak harga di saat memasuki masa panen raya,” ujar Sukaesih, salah seorang konsumen.
Berdasarkan pantauan di beberapa pasar tradisional Tegal, harga bawang merah kualitas biasa saat ini mencapai Rp45.000 per kilogram sedangkan bawang merah kualitas super, harganya Rp50.000 sampai Rp55.000 per kilogram