RS Mardi Rahayu Kudus bantah adanya pasien ditahan gara-gara tak mampu bayar
Elshinta.com, Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus dr. Pujianto mengatakan terkait pemberitaan di salah satu media yang menyatakan adanya pasien seorang atlet pencak silat yang ditahan gara-gara tidak mampu membayar biaya administrasi adalah tidak benar.
Elshinta.com - Seorang atlet pencak silat putri bernama Aira Sinta Cahaya (14) yang mengalami cedera patah tulang tangan kiri ketika bertanding di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Kudus 2023. Dimana atlet tersebut dirawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus sehingga harus menjalani operasi akibat patah tulang. Kondisi pasien yang membaik akhirnya pada Sabtu (25/2) diperbolehkan pulang.
Direktur Utama RS Mardi Rahayu Kudus dr. Pujianto mengatakan terkait pemberitaan di salah satu media yang menyatakan adanya pasien seorang atlet pencak silat yang ditahan gara-gara tidak mampu membayar biaya administrasi adalah tidak benar. Sebab pihak rumah sakit justru memberikan pelayanan maksimal sehingga kondisi pasien membaik dan diperbolehkan pulang.
"Dalam memberikan pelayanan kami tidak membeda-bedakan pasien. Semua kami layani dengan layanan paripurna termasuk atlet pencak silat ini. Bahkan kami berikan keringanan biaya rawat inap, jadi tidak benar kalau kami menahan kepulangan pasien karena tidak mampu membayar biaya administrasi", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (27/2).
Ditambahkan sebagai bentuk kepedulian pihak manajemen RS Mardi Rahayu terhadap perkembangan olahraga di Kudus, khususnya kepada pasien yang merupakan salah satu atlet maka diberikan potongan administrasi pembiayaan rawat inap, karena memang operasi yang dijalani oleh atlet tersebut tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Sementara itu, sempat diberitakan seorang pelajar MTS asal Desa Gondoharum, Kecamatan Jekulo, Kudus yang ikut bertanding dalam POPDA Kabupaten Kudus mengalami cedera yang harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi akibat patah tulang. Atlet tersebut dirawat di RS Mardi Rahayu sejak 21 Februari. Namun, karena biaya operasi dan perawatan sebesar Rp17,9 juta belum dibayar, atlet ini belum diperbolehkan untuk pulang oleh pihak rumah sakit pada Sabtu (25/2). Padahal keluarganya kategori tidak mampu. Ia tinggal bersama neneknya karena kedua orang tuanya merantau.