Pastikan mutu layanan, Tim BPJS Kesehatan Kudus kunjungi sejumlah rumah sakit
Elshinta.com, Tim BPJS Kesehatan Kudus, Jawa Tengah melakukan kunjungan ke RSUD dr. Loekmono Hadi dan RS Mardi Rahayu untuk memastikan pelayanan sesuai dengan prosedur terutama pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes) dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Elshinta.com - Tim BPJS Kesehatan Kudus, Jawa Tengah melakukan kunjungan ke RSUD dr. Loekmono Hadi dan RS Mardi Rahayu untuk memastikan pelayanan sesuai dengan prosedur terutama pelayanan di fasilitas kesehatan (faskes) dalam pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Kepala BPJS Kesehatan cabang Kudus Heni Riswanti mengatakan kunjungan ke rumah sakit guna melihat kondisi langsung pelayanan peserta JKN di faskes tersebut. Pantauan mulai dari awal pendaftaran, poliklinik, farmasi hingga layanan rawat inap. “Ini merupakan kegiatan yang rutin kami lakukan, untuk memastikan komitmen faskes dalam melayani peserta JKN. Komitmen yang dilakukan bertujuan pada peningkatan mutu dan kualitas layanan kesehatan yang akan diberikan kepada peserta JKN,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (28/2).
Dijelaskan, peningkatan mutu layanan menjadi fokus dalam kunjungan tersebut. Peserta JKN dapat dilayani dengan baik tanpa adanya diskriminasi atau perbedaan layanan dengan pasien non JKN. Oleh karena itu, ia berharap faskes sebagai mitra BPJS Kesehatan turut mendukung dengan memastikan pelayanan pasien JKN berjalan dengan baik dan terjaga kualitas mutu layanannya.
“Kami mengapresiasi upaya segenap manajemen RSUD dr. Loekmono Hadi dan RS Mardi Rahayu Kudus terkait peningkatan layanan yang diberikan kepada peserta JKN, terlebih dengan kondisi Kabupaten Kudus yang sudah Universal Health Coverage (UHC),” ungkap Heni.
Peningkatan mutu layanan di Rumah Sakit juga dimplementasikan dengan sistem antrian online yang terkoneksi Aplikasi Mobile JKN. Rumah Sakit diharapkan berperan aktif menginformasikan Aplikasi Mobile JKN ke peserta yang berkunjung sehingga kecepatan dan kepastian pelayanan dapat ditingkatkan.
“Selain itu untuk kemudahan peserta mendapatkan akses layanan kesehatan di faskes, peserta JKN yang aktif cukup dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK)/KTP. Dan tidak perlu melampirkan fotocopy kartu JKN/KTP/Kartu Keluarga (KK) dan berkas lainnya saat mengakses layanan di faskes,” pungkas Heni.
Plt. Direktur RSUD dr.Loekmono Hadi Mustiko Wibowo menyampaikan dukungannya untuk terus meningkatkan mutu layanan kepada peserta JKN. Pihaknya berkomitmen secara kontinyu memastikan kemudahan akses layanan bagi peserta JKN. Pihaknya akan terus berupaya melakukan peningkatan layanan pada masyarakat.
“Waktu pelayanan kami usahakan agar tidak terlalu panjang. Ke depannya akan kami tambahkan tenaga dan kami buat sistem yang lebih efektif secara elektronik. Sehingga begitu pasien selesai dari poli, resep sudah ada di farmasi dan pasien dapat dilayani dengan cepat. Bridging system juga sudah kami lakukan, sistem kami telah terhubung dengan Faskes Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) sehingga sudah tidak perlu membawa berkas-berkas lagi,” tegasnya.
Senada, Direktur RS Mardi Rahayu Pujianto mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada Peserta JKN.
“Kami terus berupaya dan berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana. Harapannya seluruh peserta JKN tetap terlayani dengan baik sehingga peserta puas mengakses layanan di rumah sakit. Masukan dan hasil evaluasi kunjungan ini akan kami gunakan sebagai tolok ukur untuk meningkatkan sistem layanan yang ada", ujarnya.