4 Maret 1961: Jenderal AH Nasution borong alutista Uni Soviet
Pada 1961 Indonesia membeli senjata dari Uni Soviet untuk menjalankan Operasi Tri Komando Rakyat atau Trikora.
Elshinta.com - Pada 1961 Indonesia membeli senjata dari Uni Soviet untuk menjalankan Operasi Tri Komando Rakyat atau Trikora. Operasi Trikora merupakan konflik 2 tahun yang dilancarkan militer Indonesia untuk menggabungkan Irian Barat (Papua). Sebelumnya Indonesia telah mendatangi Amerika Serikat untuk menjalin kerja sama, namun tidak berhasil.
KSAD Jenderal Abdul Haris Nasution dipanggil menghadap Presiden Soekarno yang sedang gusar mendengar kapal induk Belanda memasuk Irian Barat, memberikan sebuah misi untuk membeli senjata berat milik pemerintah Uni Soviet.
Sebelumnya, Pemerintah Uni Soviet telah menawarkan bantuan militer untuk menjual alutistanya ke Indonesia. Namun tawaran tersebut ditangguhkan atas permintaan Angkatan Darat. Jenderal Nasution yakin senjata berat yang dibutuhkan masih bisa didapatkan dari Amerika Serikat.
Bagi Nasution, misi ini seperti menjilat ludah sendiri. Nasution tetap mencoba untuk melobi AS, namun ia pulang dengan tangan kosong. Hingga akkhirnya Nasution diutus ke Moskow untuk negoisasi dan berhasil menyepakati pembelian alutista milik Pemerintah Uni Soviet.
Jenderal Nasution berhasil membawa pulang peralatan tempur senilai $450 juta dengan sistem pembayaran kredit berjangka 20 tahun dengan bunga 2,5%. Adapun alutista yang berhasil diborong Jenderal Nasution antara lain:
- 12 kapal selam
- Tank
- Kapal roket cepat
- Pesawat Tempur
- Helikopter
- Peralatan amfibi