Legislator ingatkan pentingnya peningkatan manajemen IKM
Elshinta.com, Anggota Komisi VII DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian menggelar pelatihan seminar bertema \\r\\npemanfaatan e-commerce dan medsos sebagai sarana promosi bagi WUB IKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Elshinta.com - Anggota Komisi VII DPR RI bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian menggelar pelatihan seminar bertema
pemanfaatan e-commerce dan medsos sebagai sarana promosi bagi WUB IKM di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Kegiatan yang diikuti peserta dari Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Majalengka tersebut, digelar di Hotel Fitra Majalengka, Selasa (7/3).
Anggota komisi VIII DPR RI Nurhasan Zaidi di sela sela berlangsungnya acara mengatakan, kegiatan yang juga dihadiri Dinas Perdagin Kabupaten Majalengka tersebut bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian RI sebagai salah satu mitra dari Komisi VII DPR RI.
"Pelatihan ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada para pelaku IKM di Kabupaten Majalengka mengenai seluk beluk pemasaran digital," ungkapnya.
Nurhasan juga menjelaskan sebagai politisi yang notabene asli Majalengka sudah merupakan tanggung jawabnya terhadap konstituen dalam menumbuhkan ekonomi di wilayahnya.
"Apalagi pasca dilanda covid-19, perekonomian belum sepenuhnya membaik. Oleh karena itu pelaku IKM harus ditingkatkan kapasitasnya terkait dengan manajemen dan mind set," ujarnya.
Manajemen yang dimaksud termasuk mengelola SDM, produksi, keuangan dan marketing. Sementara itu, mind set pelaku UMKM harus diubah menjadi enterpreneur/berkarakter wirausaha. Karakter dimaksud antara lain inovatif/kreatif, passion yang kuat terhadap usaha dan mengikuti perkembangan lingkungan usaha (teknologi dan selera pasar).
"Apalagi IKM merupakan salah satu pilar utama perekonomian nasional. Sehingga saya meminta kepada kementrian perindustrian untuk fokus meningkat kualitas pengusaha baru dan milenia dan meningkatkan usaha menengah,"jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Enok Carsinah, Rabu (8/3).
Selain itu, dirinya juga melihat Majalengka saat ini sudah mulai maju dan infrastruktur pendukungnya sudah ada. Sehingga kualitas pelaku usahanya harus terus ditingkatkan.
"Alhamdulillah, infrastruktur sudah beres di Majalengka ada dua pintu tol. Tapi disiapkan sumber daya manusianya. Pelaku-pelaku usahanya karena sumber uang itu adanya di perdagangan," ucapnya.
Selain itu Nurhasan juga meyakini bahwa Majalengka peta jalannya akan bisa bangkit, asal sinergitas dan kolaborasi anggota dewannya, wakil rakyatnya, pemerintah pusat, daerah dan provinsi.
"Karena kalau kita kompak engga bisa kita jalan sendiri-sendiri ini persoalan yang kita hadapi ini persoalan negara dalam sekala Majalengka jangan sampe rakyat jadi penonton. Perlu peranan semua pihak dalam peningkatan kualitasnya," pungkasnya