Cegah difteri dengan vaksinasi
Elshinta.com, Diretur Utama Rumah Sakit Unggul Karsa Medika dr. Theresia Monica Rahardjo mengatakan, penyakit difteri merupakan penyakit berbahaya yang tingkat kematiannya cukup tinggi.
Elshinta.com - Diretur Utama Rumah Sakit Unggul Karsa Medika dr. Theresia Monica Rahardjo mengatakan, penyakit difteri merupakan penyakit berbahaya yang tingkat kematiannya cukup tinggi. Meski gejalanya cukup berat, penyakit difteri menurut dr. Monica disebabkan oleh bakteri Corynebecterium Diphteriae dan dapat dicegah dengan vaksinasi.
“Gejala-gejala difteri ini yang meliputi demam, batuk. Dan pada stadium lanjut itu ada selaput berwarna putih kebau-abuan di dalam saluran nafas. Bisa menyebabkan sesak nafas, bahkan bisa menyebabkan kematian,” jelas Monica, Rabu (8/3).
Ia juga menambahkan, orang tua harus secara rutin memberikan vaksinasi difteri kepada anaknya. Bila menemukan gejala demam, sakit tenggorokan dan suara serak, diimbau untuk segera membawa anak-anaknya ke tempat pelayanan kesehatan terdekat, untuk segera diberikan pertolongan.
“Jangan sampai terlambat vaksinasi difteri dengan teratur. Pencegahan difteri dengan vaksinasi teratur sejak anak-anak. Bisa konsultasi ke dokter spesialis anak terdekat ataupun pusat kesehatan dimana terdapat dokter spesialis anak,” imbau Monica seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Titik Mulyana.
“Gejala terberat ada selaput putih yang melapisi saluran nafas atas. Sehingga anak tersebut susah bernafas, dan ada stridor (suara kasar atau serak setiap tarikan atau hembusan nafas). Kalau semakin berat, itu bisa menyebabkan kematian,” pungkas Monica.