Dari Film Buya Hamka kader Muhammadiyah diminta belajar keteladannya

Elshinta.com, Sekretaris Umum PP Muhammadiha Abdul Mu'ti meminta kader Muhammadiyah meneladani pesan yang disampaikan dari  film Buya Hamka yang serentak diputar di gedung bioskop di kota-kota besar di seluruh Indonesia di awal hari raya Idul Fitri 1444 H. 

Update: 2023-04-25 10:56 GMT
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Sekretaris Umum PP Muhammadiha Abdul Mu'ti meminta kader Muhammadiyah meneladani pesan yang disampaikan dari film Buya Hamka yang serentak diputar di gedung bioskop di kota-kota besar di seluruh Indonesia di awal hari raya Idul Fitri 1444 H. 

Hal ini disampaikanya pada saat nonton bareng (nobar) film Buya Hamka yang diselenggarakan oleh Jajaran PW Muhammadiyah Jawa Tengah dan AMM Jawa Tengah di Java Mall Peterongan, Semarang, Senin (24/4). 

"Kader Muhammadiyah harus belajar keteladanan beliau. Keteladanan beliau Buya Hamka patut diteruskan oleh kader-kader Muhammadiyah. Beliau tokoh Muhammadiyah dan tokoh persatuan dan kesatuan bangsa yang tidak hanya berjuang lewat pena namun juga angkat senjata merebut kemerdekaan. Buya Hamka pahlawan nasional, ulama juga sastrawan yang penuh keteladanan," pesannya. 

Menurut Abdul Mu'ti, jiwa besar Buya Hamka juga perlu diteladani, yakni sikap pemaaf dan tidak pernah dendam setelah pernah mendekam di penjara tanpa peradilan karena perbedaan politik dengan kekuasaan pada saat itu dan sikap kekritisannya. Sikap politiknya patut ditiru, jangan justru seperti politik Keris Empu Gandring, saling membunuh sampai anak turunannya. 

"Bahkan Buya Hamka adalah yang pertama dan mensalatkan Bung Karno saat meninggal dunia. Buya Hamka adalah contoh penting,  betapa maaf itu dapat mengalahkan segalanya, dan betapa maaf itu bagian penting dari  bagaimana kita senantiasa menjaga hubungan yang baik termasuk kepada orang yang secara politik tidak adil kepada kita," imbuhnya. 

Abdul Mu'ti juga menegaskan, Buya Hamka adalah multidemensi, tokoh Muhammadiyah, tokoh umat dan tokoh bangsa, dari Muhammadiyah untuk bangsa.

"Beliau tokoh inspiratif dan jadi teladan kita semua," pungkasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Selasa (25/4). 

Tags:    

Similar News