Punya Gedung IBS, RSUD Kudus diminta lakukan reformasi pelayanan kesehatan
Elshinta.com, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Jawa Tengah resmi mempunyai gedung Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS).
Elshinta.com - RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus Jawa Tengah resmi mempunyai gedung Gedung Instalasi Bedah Sentral (IBS). Gedung yang memiliki enam ruang operasi menjadi upaya rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Kudus tersebut menghadirkan pelayanan kesehatan optimal bagi masyarakat. Bupati Kudus HM Hartopo menjelaskan, gedung baru IBS harus menjadi penyemangat dalam meningkatkan kapasitas dan pelayanan rumah sakit. Tidak hanya pelayanan terbaik untuk pasien, tapi juga pengunjung rumah sakit.
"Setelah ini, harus terus upgrade kapasitas dan memperbaiki pelayanan rumah sakit," tandasnya usai meresmikan Gedung IBS, Rabu (3/5).
Gedung IBS yang diresmikan memiliki 6 kamar operasi. Terdiri dari 5 kamar operasi mayor, dan 1 kamar operasi minor. Selain itu, IBS dilengkapi depo farmasi dan lain-lain untuk menunjang pelayanan. Nantinya RSUD akan menambah 2 kamar operasi dan ICU dengan kapasitas 24 tempat tidur. Apabila terealisasi, ICU RSUD dr. Loekmono Hadi menjadi yang ICU terbesar se-Kabupaten Kudus.
"Kami tahun ini akan menambah 2 ruang operasi dan ICU di lantai tiga," ungkap Plt Direktur RSUD dr Loekmono Hadi Kudus dr.Mustiko Wibowo seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (4/5).
Dalam kesempatan itu,, bupati juga meresmikan logo baru RSUD dr. Loekmono Hadi. Logo baru yang menggambarkan Menara Kudus diharapkan menjadi cerminan pribadi sesuai yang diajarkan Sunan Kudus. Tenaga kesehatan diminta selalu ramah, sabar, dan tulus kepada pasien dan pengunjung rumah sakit.
Pihaknya menanti perluasan ruangan maupun peningkatan alat kesehatan. Hartopo mengingatkan dewan pengawas akan memantau pelayanan dan pembangunan di RSUD dr. Loekmono Hadi.
"Tetap kami minta ketua dewan pengawas terus mengevaluasi apa yang sekiranya perlu ditingkatkan. Biar RSUD dr. Loekmono Hadi makin baik," imbuh bupati.