Juragan usaha air isi ulang di Semarang ditemukan tewas termutilasi

Elshinta.com, Irwan Hutagalung, 63 tahun, juragan usaha air isi ulang dan gas tabung AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Tembalang, Kota Semarang, Senin (8/5) ditemukan tewas dengan kondiri tubuhnya termutilasi sekitar pukul pukul 11450 WIB.

Update: 2023-05-09 16:51 GMT
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Irwan Hutagalung, 63 tahun, juragan usaha air isi ulang dan gas tabung AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Tembalang, Kota Semarang, Senin (8/5) ditemukan tewas dengan kondiri tubuhnya termutilasi sekitar pukul pukul 11450 WIB.

Irwan Hutagalung adalah warga Perum Bukit Agung Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Ia menyewa tempat usaha di lokasi itu sejak enam bulan silam. Dalam menjalankan usahanya ia ditemani dua pekerja bernama Yuliati, dan Husen.

Kematian Irwan baru diketahui ketika Yuliati  datang ke tempat usaha tersebut untuk menyalakan listrik sekitar pukul 11.45. Ia mengaku tidak mendapat jawaban ketika menghubungi Irwan selama empat hari berturut-turut.

Yuliati berniat untuk membayar listrik. Saat membuka tempat usaha, ia mencium bau bangkai dari sisi toko. Ketika menengok lorong di sisi toko yang diperkirakan asal bau bangkai, ia melihat ada kaki manusia yang tersembul dari tanah. Yuliati berteriak minta tolong, kemudian datang Margono. Selanjutnya ia melaporkan temuan mayat itu ke polisi.

Menurut Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, polisi langung datang ke lokasi temuan mayat. Kondisi mayat dicor dengan semen. Kepala dan dua lengan tangan tidak terlihat. Namun ketika cor semen dibongkar, ternyata kepala dan dua tangan itu dikubur di bawah tubuh mayat itu dengan dibungkus karung.

Polisi telah memintai keterangan Yuliati. Polisi yang sedang mencari keberadaan Husen, rekan kerja Yuliati yang mengaku pamit pulang kampung dengan naik travel sejak Sabtu lalu.

Sementara itu Is, pemilik kontrakan  mengaku sudah mencium bau tak sedap tersebut sejak hari Sabtu. Namun ia tidak menduga bila bau bangkai itu dari mayat manusia.

Selain itu, Is juga menjelaskan Yuliati sempat bertemu dengan rekan kerjanya tersebut, Husen pada Sabtu malam minggu. Ketika itu Yuli datang ke tempat tersebut hendak mengisi token listrik. Husen sempat menyerahkan kunci toko ke  Yuli.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan menjelaskan polisi masih menyelidiki kasus itu.
Mayat dibawa ke kamar jenazah RSUP Kariadi Semarang.

"Ini masih dalam penyelidikan masih kita dalami, kami menunggu hasil otopsi," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (9/5). 

Tags:    

Similar News