Pertama kali digelar, 'Milklife Soccer Challenge 2023' disambut meriah siswa SD
Elshinta.com, Sebanyak 61 tim sepak bola putri dari 32 Sekolah Dasar di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengikuti babak penyisihan turnamen sepak bola putri Milklife Soccer Challenge 2023 yang dinaungi Bakti Olahraga Djarum Foundation bertempat di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Elshinta.com - Sebanyak 61 tim sepak bola putri dari 32 Sekolah Dasar dikabupaten Kudus mengikuti babak penyisihan turnamen sepak bola putri 'Milklife Soccer Challenge 2023', yang dinaungi Bakti Olahraga Djarum Foundation bertempat di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.
Kejuaraan yang diselenggarakan di Supersoccer Arena ini memiliki stadion olahraga berumput sintesis berstandar FIFA.
Mereka terbagi dalam dua kelompok usia, yakni U-10 ada 24 tim dan U-13 ada 37 tim. Dimana turnamen ini disambut meriah bahkan ratusan siswi ini mulai memadati Supersoccer Arena sejak pukul 06.00 WIB. Untuk MilkLife Soccer Challenge akan diselenggarakan dari tanggal 15 Juni sampai 18 Juni.
Budhi Tanoto selaku Panitia Pelaksana MilkLife Soccer Challenge 2023 berharap MilkLife Soccer Challenge 2023 dapat menjadi tonggak sejarah kembali berjayanya sepak bola putri Tanah Air. Ia juga menyambut positif dengan tingginya animo peserta yang di luar ekspektasi penyelenggara.
Menurut pelatih sepakbola Timo Scheunemann turnamen sepak bola putri pertama kali yang ada, kedepan turnamen ini tidak hanya digelar di Kudus tetapi ke daerah lain di Indonesia.
"Kita mulai dari Kudus untuk pembinaan nantinya akan merambah daerah lain di Indonesia. Pada turnamen kali ini kita akan liat kemampuan para pemain ketika dilapangan akan lebih mudah karena tidak mengerombol atau gulo kacang sehingga akan mudah untuk melakukan evaluasi apa yang harus dibenahi," ujarnya, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini.
Dijelaskan Coach Timo sebelumnya telah dilakukan Coaching Clinic terhadap para guru yang menjadi pelatih, mereka telah diajarkan wawasan dasar teknik dan taktik penguasaan bola, pergerakan, juga penempatan posisi pemain.
Teknik-teknik dasar ini adalah kemampuan dasar yang harus dikuasai para siswi sekolah dasar. Kemudian, para guru diminta mempraktekkan contoh program latihan yang tepat bagi pemain usia dini di lapangan rumput sintetis Supersoccer Arena.