Sejumlah bangunan di Klaten rusak akibat gempa Bantul
Elshinta.com, Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 terjadi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/01/2023) malam membuat sejumlah bangunan di wilayah Klaten Jawa Tengah terdampak. Mulai dinding rumah warga ambrol hingga kandang ternak ayam yang roboh.
Elshinta.com - Peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 terjadi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (30/01/2023) malam membuat sejumlah bangunan di wilayah Klaten Jawa Tengah terdampak. Mulai dinding rumah warga ambrol hingga kandang ternak ayam yang roboh.
Berdasarkan pantauan elshinta.com di Kecamatan Trucuk, terdapat satu rumah milik Tarso Diyono (60) di Dusun Jurangkajong, Desa Karangpakel mengalami rusak berat, dimana bagian dindingnya ambrol. Saat kejadian, Paikem (60) istrinya tengah tidur di dalam kamar hampir saja tertimpa dinding yang ambrol. Beruntung dirinya langsung lari keluar rumah.
Pasca kejadian, keluarga itu memilih mengungsi di rumah kerabatnya yang berada di samping kediaman Tarsodiyono yang sudah tidak layak huni.
"Kalau malam saya tidurnya di rumah adik yang berada di belakang rumah ini. Tapi seringnya di halaman ini yang bersebelahan dengan kandang ternak kambing. Sembari menunggu bantuan agar rumah bisa dibangun, ya kami belum berani menempati rumah lagi karena takut kerubuhan bangunan yang sudah miring," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Wiwik Endarwati, Rabu (5/7).
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten menyampaikan terdapat lima bangunan yang terdampak. Tersebar di tiga kecamatan meliputi Trucuk, Karangdowo dan Wedi, yang terdiri dari dua bangunan rusak berat dan tiga bangunan mengalami rusak sedang.
Meski demikian tidak ada korban jiwa maupun luka dari peristiwa tersebut.
Salah satu titik yang mengalami rusak berat yakni bangunan kandang ayam di Dusun Plumbon, Desa Sentono, Kecamatan Karangdowo roboh. Kandang ayam berukuran 10 meter x 5 meter dengan tinggi 3 meter yang di dalamnya terdapat 25 ekor ayam. Kondisi kandang ayam memang sudah dalam keadaan rapuh dan kerusakan material ditaksir sekitar Rp25 juta.
Sedangkan kalau yang mengalami rusak sedang di Desa Melikan, Kecamatan Wedi. Ada tiga bangunan yang dindingnya retak, namun sebelum gempa memang kondisi bangunan telah banyak yang retak.
Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Klaten, Syahruna ditemui di lokasi menjelaskan, pihaknya sedang berkoordinasi dengan Perwaskim untuk melakukan pengecekan lima bangunan tersebut. Hal itu dilakukan guna menentukan apakah rumah yang mengalami kerusakan masih layak huni atau tidak.
"Dari hasil pengecekan yang kami lakukan, terdapat satu rumah di Desa Karangpakel mIlik Tarsodiyono itu memang sudah tidak layak huni karena mengalami kerusakan paling parah," jelas Syahruna.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada akan gempa susulan mengingat wilayah Klaten berada di daerah lempeng. "Saya juga meminta para Camat untuk menghimbau kepada warga didaerah masing -masing agar tetap waspada," pungkasnya.