Plt Bupati Langkat buka sosialisasi edukasi bansos non tunai dari BI

Elshinta.com, Plt Bupati Langkat Syah Afandin membuka kegiatan sosialisasi edukasi penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) tahun 2023, yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara.

Update: 2023-07-05 22:11 GMT
Sumber foto: M Salim/elshinta.com.

Elshinta.com - Plt Bupati Langkat Syah Afandin membuka kegiatan sosialisasi edukasi penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) tahun 2023, yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara. Kegiatan tersebut dihadiri oleh keluarga penerima manfaat (KPM) PKH, TKSK, SDM PKH, Karang Taruna, dan Tagana, disalah satu restoran di Stabat, Rabu (5/7).

Plt Bupati Langkat memberikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Karena kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat dalam menerima dan memanfaatkan bantuan sosial. Terkait dengan program non tunai ini, Plt Bupati mendukung karena pelaksanaan non tunai lebih aman.

"Saya mendukung pelaksanaan pembayaran non tunai karena lebih aman, tapi saya minta kepada KPM membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhan pendidikan anak dan sembako," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, M Salim, Rabu (5/7).

Menyinggung terkait bantuan yang salah sasaran, dijelaskan Syah Afandin, bantuan sosial itu tidak tepat sasaran karena data tidak akurat. Untuk itu dia meminta kepada yang terkait dengan data untuk selalu mengupdate data agar tetap akurat dan tepat sasaran. "Saya tidak mau bansos yang disalurkan tidak tepat sasaran sehingga merugikan semua, harusnya ada simbiosis mutualisme," katanya.

"Saya juga masih mendapati dan  membaca di media sosial masyarakat kita yang mencaci-maki pemerintah, tapi masih juga mengharapkan bantuan dari pemerintah, hendaknya bijaklah dalam bermedia sosial," tambahnya.

Sementara itu Deputi Direktur Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Edy Parwoto mengatakan, Bank Indonesia terus melakukan upaya komunikasi serta koordinasi dengan dengan Dinas Sosial dan bank penyalur guna memastikan kelancaran penyaluran bantuan sosial non tunai untuk program sembako maupun PKH.

Penyaluran program bantuan sosial non tunai telah dilakukan sejak tahun 2017 dan hingga kini mekanisme dan teknologi yang digunakan terus dikembangkan, sehingga penyaluran bansos itu ada bentuk non tunai ada juga yang tunai. Berdasarkan perkembangan terkini di Sumatera Utara penyerapan program sembako hingga periode April 2023 telah berjalan dengan lancar. Adapun tingkat penyerapan program sembako di Sumatera Utara telah mencapai 96,40 persen kepada 738 ribu KPM dengan nominal penyerapan mencapai total Rp 148 milyar.

Sementara itu pada bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tahap II 2023 di Sumatera Utara telah tersalurkan sebesar Rp 358,4 milyar atau sebesar 99,6 persen. Sementara yang sudah malakukan penyerapan, yakni sebesar 96,5 persen atau sebesar 440,9 ribu KPM. "Meski demikian pelaksanaan penyaluran dan penyerapan bantuan sosial tersebut masih memiliki beberapa tantangan yang ditemui dilapangan, khususnya kendala-kendala teknis yang dialami oleh KPM seperti lupa PIN, belum terdistribusinya kartu keluarga sejahtera (KKS) kepada KPM, KKS hilang atau terblokir dan berbagai kendala teknis lainnya," katanya.

Tags:    

Similar News